Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tinjau Pembenahan TPA Tamangapa, Appi Soroti Drainase dan Kolam Lindi

Kota Makassar
Tinjau Pembenahan TPA Tamangapa, Appi Soroti Drainase dan Kolam Lindi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau kondisi dan progres pembenahan TPA Tamangapa, Rabu (2/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Pemkot Makassar mempercepat pembenahan TPA Tamangapa untuk memenuhi ketentuan KLH dan keluar dari sanksi administrasi, dengan target menghentikan open dumping menuju controlled atau sanitary landfill.
  • Wali Kota Munafri Arifuddin menyoroti pekerjaan yang belum tuntas, terutama drainase lindi terhubung IPAL; Pemkot merencanakan drainase 700–800 meter dan tiga kolam lindi.
  • Sapi yang berkeliaran di TPA akan dipindahkan ke area penangkaran, dengan pakan sampah organik dari pasar, guna mencegah konsumsi plastik dan limbah berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, untuk memenuhi ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Upaya tersebut dilakukan agar Pemkot Makassar dapat keluar dari sanksi administrasi terkait pengelolaan sampah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meninjau langsung progres pembenahan TPA Tamangapa, Rabu (2/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Appi menemukan masih ada sejumlah pekerjaan yang belum dilakukan sesuai arahan dan hasil evaluasi sebelumnya.

  1. 1. Appi soroti pekerjaan yang belum tuntas

    IMG-20260715-WA0075.jpg
    TPA Tamangapa di Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)

    Sejumlah pembenahan tengah dilakukan di kawasan TPA Tamangapa, mulai dari penataan dan penimbunan area sanitary landfill, perbaikan akses jalan, pemasangan tiang pancang, hingga penanganan kolam air lindi. Appi mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rekomendasi dan kewajiban hasil pengawasan penegakan hukum lingkungan segera ditindaklanjuti.

    "Hari ini kami meninjau di TPA ini, penting sekali untuk memastikan kita keluar dari sanksi administrasi. Setelah Gakkum datang berkunjung, ada beberapa hal yang harus kita perbaiki," ujarnya.

    Namun, kondisi di lapangan disebut belum sesuai dengan ekspektasi Appi. Ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan yang seharusnya telah dikerjakan berdasarkan arahan sebelumnya.

    "Hanya saja, tidak seperti yang saya bayangkan. Artinya sudah dikasih tahu ini yang harus dilakukan," tambah Appi.

    Menurutnya, pembenahan TPA Tamangapa menjadi salah satu fokus utama Pemkot Makassar. Pemerintah juga ingin memastikan sistem open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka benar-benar dihentikan.

    "Pembenahan TPA ini menjadi fokus utama guna menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) sepenuhnya dan mendorong transisi menuju sistem yang berkelanjutan seperti controlled landfill atau sanitary landfill," jelasnya.

  2. 2. Pemkot siapkan tiga kolam lindi

    IMG-20260830-WA0544.jpg
    Pemkot Makassar bersama tim EcoTru meninjau proses pembenahan dan pengolahan air lindi di TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, Minggu (30/8/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

    Appi mengatakan perubahan kondisi TPA Tamangapa mulai terlihat dibandingkan tahun sebelumnya. Penataan kawasan mulai dilakukan dan bau menyengat yang selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat juga disebut mulai berkurang.

    "Sekarang wajah TPA berubah total, tampak terlihat beda jauh dengan tahun sebelumnya," katanya.

    Meski demikian, Appi mengingatkan perubahan fisik tersebut tidak boleh membuat dinas terkait berpuas diri. Menurutnya, masih ada infrastruktur pendukung yang harus dibenahi agar sistem pengelolaan TPA berjalan secara menyeluruh.

    Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem drainase dan pengelolaan air lindi. Appi meminta seluruh alur drainase yang membawa air lindi ditata dan dipastikan terhubung dengan sistem pengolahan air limbah atau IPAL.

    "Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat. Dan ini penting," imbuh Appi.

    Pemkot Makassar juga berkomitmen membangun drainase yang mengelilingi dan mendukung pengelolaan kawasan TPA. Drainase tersebut akan dibangun sepanjang sekitar 700 hingga 800 meter.

    "Kita sudah buat komitmen bahwa seluruh luaran TPA, kira-kira ada sekitar 700–800 meter, ini akan kita bangun drainase," ungkapnya.

    Selain drainase, Pemkot Makassar berencana menambah kapasitas kolam lindi. Appi menjelaskan kolam yang tersedia saat ini dibangun sekitar 1993 ketika luas TPA masih sekitar empat hektare.

    "Kolam lindi yang ada saat ini dibangun tahun 1993 kalau tidak salah. Itu masih pada saat TPA berukuran empat hektare," tuturnya.

    Karena itu, Appi menilai dibutuhkan setidaknya tiga kolam lindi yang saling terhubung untuk mengantisipasi peningkatan volume air lindi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Rencana tersebut, lanjut Appi, telah masuk dalam perencanaan dan akan didorong untuk masuk dalam penganggaran tahun berikutnya.

  3. 3. Sapi di TPA akan dipindahkan ke penangkaran

    ilustrasi sapi muda
    ilustrasi sapi muda (unsplash.com/Arbendra Pratap)

    Selain persoalan air lindi, keberadaan sapi yang berkeliaran di kawasan TPA Tamangapa juga menjadi perhatian Pemkot Makassar. Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan area khusus untuk menampung sapi sekaligus memanfaatkan sampah organik dari pasar tradisional sebagai pakan.

    Appi menilai sapi tidak boleh lagi dibiarkan mencari makanan secara bebas di area timbunan sampah. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena sapi dapat mengonsumsi material berbahaya seperti plastik dan jenis limbah lainnya.

    Pemkot Makassar telah menyiapkan area penangkaran atau ranch untuk menampung sapi-sapi tersebut. Sampah organik dari pasar akan diarahkan ke area tersebut sehingga sapi tidak lagi mencari makanan di kawasan timbunan sampah.

    "Kita sudah buat penangkaran. Sapi-sapi kita berharap sampah-sampah organik dari pasar itu datang ke sana untuk dimasukkan ke dalam ranch sapi yang ada," beber Ketua IKA FH Unhas itu.

    Dengan konsep tersebut, sapi tidak lagi dibiarkan berkeliaran di area TPA dan dapat mengonsumsi sampah organik yang telah disiapkan.

    "Seluruh sapi masuk ke dalam kita siapakan, makannya di sampah-sampah yang datang dari sampah pasar," ujarnya.

    "Pola ini harus diterapkan secara konsisten. Sapi tidak boleh lagi mencari makanan di area TPA karena berisiko memakan sampah yang tidak layak konsumsi," lanjut Munafri.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More