Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswa di Makassar Demo Desak Evaluasi MBG dan Kopdes

Kota Makassar
Mahasiswa di Makassar Demo Desak Evaluasi MBG dan Kopdes
Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). IDN Times / Darsil Yahya
  • Aliansi Mahasiswa Berlawan menggelar unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM.
  • Massa membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan terkait program MBG, Kopdes, serta representasi aparat.
  • Bara menyoroti kasus keracunan penerima MBG, tata kelola program, dan perekrutan pegawai Kopdes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, perlukah MBG dan Kopdes dievaluasi?
Share Article

Makassar, IDN Times - Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Berlawan menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Jl A.P Petterani Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026).

Dalam aksinya, massa juga membawa dua spanduk bertuliskan "Kami Muak Prabowo - Gibran dan Rakyat Indonesia Dilanda Krisis : Bangun Kekuatan Rakyat Lawan Rezim Fasis Prabowo - Gibran".

  1. 1. Mahasiswa kritik MBG dan Kopdes Merah Putih

    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Maka
    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). IDN Times / Darsil Yahya

    Pantauan IDN Times di lokasi, massa sempat beberapa kali menahan truk untuk dijadikan panggung orasi, namun pihak kepolisian yang mengawal aksi tersebut sigap meminta sopir truk untuk tetap jalan agar tidak membuat kepadatan arus lalu lintas

    Salah satu mahasiswa dalam aksi tersebut, Bara, mengatakan unjuk rasa yang dilakukan membawa sejumlah tuntutan serta mengkritik program rezim Prabowo - Gibran.

    "Yaitu menghentikan representasi aparat yang sampai hari ini masih terjadi, kedua evaluasi program kerja nasional yaitu MBG dan Kopdes," kata Bara saat ditemui di sela-sela aksi.

  2. 2. Sebut program MBG dan Kopdes ladang korupsi

    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Maka
    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). IDN Times / Darsil Yahya

    Menurut Bara, banyaknya kasus keracunan yang menimpa penerima MBG dan tata kelola yang buruk menjadi salah satu alasan agar program adalan Prabowo - Gibran untuk dievaluasi.

    "Kita bisa lihat di berita masih banyak siswa yang terkena keracunan makanan dan tahap kelolahnya masih kurang baik. Itu masih menjadi ladang-ladang korupsi yang akan hadir sampai hari ini," tegasnya.

    Khusus Kopdes, Bara menyebut perekrutan manajer atau pegawainya terlalu militeristik dan membuang banyak anggaran.

    "Cara penerimaanya seperti ingin masuk tentara saja. Mereka ingin bekerja di tempat pemerintahan bukan bekerja di barak militer," jelasnya.

  3. 3. Tuntut tahanan politik dibebaskan

    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Maka
    Aliansi Mahasiswa Berlawan saat menggelar aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan Kampus Menara Phinisi UNM Jl A.P Petterani Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). IDN Times / Darsil Yahya

    Aliansi Mahasiswa Berlawan juga meminta agar pemerintah membebaskan tahanan politik yang sampai hari ini masih ditahan dan bertindak responsif dalam menangani bencana-bencana alam yang terjadi di Indonesia.

    "Karena kami melihat bahwasanya ketika kami bersuara, kami terus diredam dengan ancaman, dengan dipenjara. Maka isu itu akan terus hadir," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More