Antrean BBM Mengular di Makassar, Pertamina Sebut Warga Panic Buying

- Antrean panjang Pertalite dan Solar terjadi di sejumlah SPBU Makassar hingga memicu kemacetan serta mengganggu mobilitas dan pengiriman logistik.
- Pertamina menyatakan stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan aman; antrean disebut dipicu panic buying, sementara penyaluran Solar dan Pertalite ditingkatkan mengikuti permintaan.
- Pertamina memblokir sekitar 6.000 QR Code yang terindikasi dipakai untuk pengisian berulang, sedangkan Polda Sulsel menyelidiki dugaan mafia dan penimbunan BBM.
Makassar, IDN Times - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Antrean panjang ini tidak hanya mengganggu aktivitas dan mobilitas harian warga, tetapi juga berdampak pada pengiriman logistik antardaerah di Sulawesi Selatan. Pantauan IDN Times di SPBU AP Pettarani Makassar, Rabu (9/9/2026), puluhan truk logistik dan kendaraan warga terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM.
1. Pertamina bantah terjadi kelangkaan BBM

Antrean panjang sepeda motor saat hendaj mengisi BBM di SPBU Makassar. (IDN Times/Darsil Yahya) Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah toko kelontong yang menjual BBM jenis Pertalite atau Pertamini. Sejumlah pedagang mengaku kehabisan stok karena warga beralih membeli BBM di Pertamini setelah melihat antrean panjang di SPBU.
Menanggapi kondisi tersebut, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar membantah adanya kelangkaan BBM subsidi. Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi karena adanya kepanikan masyarakat atau panic buying.
"Dari pemantauan di lapangan kami melihat adanya kepanikan dimasyarakat sehingga berbondong-bondong ke SPBU, takut tidak kebagian BBM," kata Deny Sukendar kepada IDN Times.
Ia memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi BBM ke seluruh SPBU juga terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.
2. Pertamina blokir enam ribu QR Code yang terindikasi pengisian berulang

Ilustrasi SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina Patra Niaga) Terkait dugaan adanya permainan mafia dalam penyaluran BBM di Sulsel, Deny mengatakan Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk menertibkan para pelangsir di lapangan. Pertamina juga memblokir sekitar enam ribu QR Code yang terindikasi digunakan untuk melakukan pengisian BBM secara berulang.
"Terkait hal tersebut (dugaan permainan mafia BBM) bisa ditanyakan ke APH, karena tugas Pertamina hanya menyalurkan BBM ke konsumen sampai dengan SPBU," ungkapnya.
Deny mengatakan peningkatan permintaan di sejumlah SPBU terus menjadi perhatian Pertamina. Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.
"Peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan," tuturnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.
3. Polda Sulsel turunkan tim usut dugaan mafia BBM

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto. (IDN Times/Darsil Yahya) Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengusut dugaan adanya mafia BBM yang disebut menyebabkan kelangkaan di sejumlah wilayah.
"Nanti apa hasilnya, kami akan sampaikan yang jelas kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengatasi krisis BBM di wilayah Sulsel," kata Didik saat ditemui di Gedung Rektorat Menara UMI.
Didik menegaskan akan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum dan menjadi penyebab kelangkaan BBM. Saat ini, Ditreskrimsus Polda Sulsel telah turun melakukan pengawasan di lapangan.
"Kalau memang ada penimbunan BBM, ada pelanggaran hukum pasti kita akan lakukan tindakan hukum," ucapnya.


















