Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur Sulsel Ungkap Faktor Penyebab Antrean Panjang BBM di SPBU

Kota Makassar
Gubernur Sulsel Ungkap Faktor Penyebab Antrean Panjang BBM di SPBU
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel terkait Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD 2026 di Makassar, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyebut stok BBM aman, tetapi panic buying dan peralihan pengguna nonsubsidi ke subsidi akibat selisih harga memicu antrean panjang di SPBU.
  • Pelayanan SPBU turut memperlambat pengisian; dalam satu temuan, hanya satu dari empat nozzle beroperasi karena keterbatasan petugas setelah lonjakan permintaan Pertalite.
  • Pemprov membentuk satgas bersama polisi, TNI, dan Pertamina untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan BBM subsidi serta mengevaluasi langkah penguraian antrean pada 14 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan antrean panjang BBM di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut terjadi meski stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dilaporkan dalam kondisi aman.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman dalam Rapat Paripurna Penjelasan Gubernur Sulsel terhadap Nota Keuangan dan Ranperda tentang Perubahan APBD Sulsel Tahun Anggaran 2026 di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, salah satu faktor yang memperpanjang antrean adalah panic buying masyarakat. Perubahan disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi juga membuat sebagian pengguna BBM nonsubsidi kembali beralih membeli BBM subsidi.

"Pada prinsipnya, kuota aman, masing-masing non-subsidi dan subsidi. Cuma ada karena saya tanya balik, cumanya apa ini?" kata Andi Sudirman.

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat selisih harga dengan BBM subsidi semakin besar. Kondisi itu kemudian mendorong sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kembali mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi.

  1. 1. Gubernur temukan empat nozzle hanya satu beroperasi

    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memeriksa antrean kendaraan untuk pengisian BBM di sebuah SPBU Makassar.
    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengecek kondisi antrean BBM di salah satu SPBU di Makassar, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain faktor permintaan, Sudirman menyoroti pelayanan di sejumlah SPBU yang dinilai ikut memperlambat antrean. Saat meninjau, dia bahkan menemukan kondisi satu SPBU yang memiliki empat nozzle, tetapi hanya satu yang dioperasikan petugas.

    "Saya lihat yang kemarin overload pesanan untuk Pertalite sepanjang dua hari terakhir. Sehingga karena kelelahan petugasnya, kemudian dia istirahat dulu. Tinggal satu orang training dimasukkan," katanya. 

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat antrean kendaraan semakin panjang karena kapasitas pelayanan tidak berjalan maksimal. Dia kemudian meminta pengelola SPBU ikut turun melayani pengisian BBM.

    "Empat nozel cuma satu petugasnya. Saya tanya, ‘Kenapa mengantri di Patra Niaga banyak mengular?" kata Sudirman.

    Dia mengatakan manajer SPBU hingga petugas Pertamina turut diminta membantu mengoperasikan nozzle. Namun, menurutnya, langkah tersebut hanya menjadi solusi sementara dan tidak menyelesaikan persoalan antrean secara keseluruhan.

  2. 2. Satgas diturunkan cek dugaan kecurangan

    IMG_20260717_175341.jpg
    Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Sudirman juga mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi yang masih dalam proses penyelidikan. Di antaranya penggunaan jeriken, penyedotan BBM, modifikasi tangki kendaraan, hingga penggunaan pelat nomor kendaraan lain.

    "Ada juga memang indikasi-indikasi, tapi masih kita selidiki sekarang," katanya.

    Pemprov Sulsel kemudian membentuk satuan tugas yang melibatkan kepolisian, TNI, Pertamina, dan pihak terkait untuk mengawasi kondisi di lapangan. Satgas juga ditugaskan menelusuri dugaan kecurangan dalam pembelian dan penyaluran BBM subsidi.

    "Dalam tiga hari ini kami akan selidiki seakurat mungkin data-data yang kita dapat di lapangan. Kemudian kita memaksimalkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk mengurai daripada antrean," kata Sudirman.

    Dia menyebut aparat kepolisian telah dilibatkan untuk mengecek kondisi antrean. Salah satunya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.

  3. 3. Gubernur minta warga tidak panic buying

    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berada di kantor DPRD Sulsel pada Kamis, 10 September 2026.
    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di kantor DPRD Sulsel, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Sudirman pun meminta masyarakat menghindari panic buying karena Pertamina telah melaporkan stok BBM dalam kondisi aman. Menurutnya, pembelian berlebihan justru dapat membuat antrean semakin panjang dan pasokan lebih cepat terserap.

    "Jangan ada panic buying. Walaupun stok banyak, kalau panik pasti selesai barang. Maka tidak boleh panik dulu, rumusnya ini. Yang kedua, informasi stok aman untuk BBM, ada," katanya.

    Pemprov Sulsel bersama aparat dan Pertamina akan mengevaluasi hasil pemantauan lapangan dalam rapat tingkat provinsi pada Senin (14/9/2026). Data dari satgas akan menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengurai antrean BBM.

    "Kita sama-sama turun ke lapangan untuk mengecek," kata Sudirman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More