Atasi Antrean BBM, 50 Operator Baru Disebar di 25 SPBU Makassar

- Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menemukan sejumlah SPBU Makassar kekurangan operator nozzle, termasuk satu SPBU yang hanya memiliki operator magang sehingga tiga nozzle belum beroperasi.
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merekrut sekitar 50 operator baru untuk ditempatkan di 25 SPBU Makassar yang beroperasi 24 jam, guna mempercepat pengisian dan mengurangi antrean.
- Satgas gabungan TNI, Polri, Pertamina, Hiswana Migas, Dishub, dan Satpol PP mengawasi stok serta antrean BBM; gubernur meminta warga bersabar selama penertiban berlangsung.
Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyoroti kesiapan operator di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar. Sorotan ini muncul di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Sudirman menemukan masih ada SPBU yang kekurangan operator nozzle saat mengecek langsung kondisi di lapangan. Kondisi tersebut dinilai membuat pelayanan pengisian BBM belum berjalan secara optimal.
Di salah satu SPBU yang dicek, hanya terdapat satu operator yang masih dalam masa training. Sementara itu, tiga nozzle lainnya belum dioperasikan.
1. Sebanyak 50 operator baru disiapkan untuk 25 SPBU 24 jam

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengecek kondisi antrean BBM di salah satu SPBU di Makassar, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah tenaga operator untuk memperkuat pelayanan di SPBU, terutama yang beroperasi selama 24 jam. Hingga saat ini, sekitar 50 tenaga operator baru telah direkrut untuk ditempatkan di 25 SPBU di Kota Makassar yang beroperasi selama 24 jam.
"Penambahan tenaga ini tentu kami harap dapat memperkuat pelayanan di lapangan, mempercepat proses pengisian BBM, serta mengurangi potensi terjadinya antrean panjang di SPBU," kata Sudirman, Jumat (11/9/2026).
2. Satgas diterjunkan di SPBU

(Ilustrasi SPBU Pertamina) IDN Times/Muchammad Haikal Selain menambah operator, pengawasan penyaluran BBM juga diperketat. Tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan ditempatkan di SPBU untuk memantau aktivitas pengisian BBM.
Satgas tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Pertamina, dan Hiswana Migas. Selain itu, Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut terlibat dalam pengawasan.
Sudirman mengatakan pengawasan ditujukan untuk memastikan kondisi stok sekaligus memantau langsung situasi antrean di lapangan. Pemprov Sulsel juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"Stok BBM Sulsel juga akan kami pantau dalam 1-2 hari ke depan. Sebagai double check laporan pihak pertamina jika stok aman. Kami memantau semua SPBU bersama satgas," terangnya.
3. Gubernur minta warga bersabar

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di kantor DPRD Sulsel, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Sudirman pun meminta masyarakat bersabar selama proses pemantauan dan penertiban berlangsung. Satgas bersama pemerintah daerah dan Forkopimda se-Sulsel masih bekerja untuk mengurai persoalan antrean BBM.
"Harap semua warga bersabar, tim satgas sedang bekerja bersama Bupati Wali Kota dan Forkopimda se-Sulsel," katanya.

















