Makassar, IDN Times - Pelaku budidaya tambak udang vaname di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menekan biaya operasional usai beralih dari energi fosil ke listrik PLN. Melalui program electrifying agriculture (EA), PLN mendukungnya dengan menydiakan listrik andal dan murah.
Sardi, pemilik tambak udang vaname seluas dua hektare di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, bisa menekan biaya operasional hingga Rp15,8 juta per bulan dengan penyediaan listrik 33 kiloVolt Ampere (kVA). Program EA PLN menggenjot peningkatan budidya udang, serta mendorong efisiensi biaya hingga 28 persen.
Sebelum menggunakan listrik PLN, ia mengaku sempat mengalami gagal panen sebanyak dua kali akibat tegangan yang kurang stabil saat menggunakan genset. "Selain menghemat biaya operasional, hadirnya listrik dapat mengoptimalkan semua peralatan listrik yang ada seperti kincir dan penerangan yang dinyalakan malam hari untuk menjaga kualitas udang," ujar Sardi.
