Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Band Hardcore Takalar Party Chaos Angkat Isu Pesisir di Lagu Terbaru

Kab. Takalar
Band Hardcore Takalar Party Chaos Angkat Isu Pesisir di Lagu Terbaru
Para personel band hardcore asal Takalar, Party Chaos. (dok. Party Chaos)
Intinya Sih
  • Party Chaos asal Cikoang, Takalar, merilis single hardcore "Teriakan Laut" pada 25 Juni 2026, membawa protes atas ketidakadilan, kebijakan, dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada masyarakat pesisir.
  • Berdiri sejak September 2013, band ini kini beranggotakan Amal, Imam, dan Pipink; sebelumnya mereka merilis EP Self-Titled, "Harga Diri Pasukan Ramang", serta album Suara dari Pesisir.
  • "Teriakan Laut" menjadi pembuka album studio kedua yang sedang digarap dan ditargetkan selesai tahun ini; Party Chaos juga menyiapkan kolaborasi dengan vokalis band metal asal Solo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Gelombang musik cadas dari pesisir Sulawesi Selatan kembali bergemuruh. Grup musik hardcore asal Cikoang, Kabupaten Takalar, Party Chaos, merilis single teranyar mereka bertajuk "Teriakan Laut" pada 25 Juni 2026 lalu.

Meski hanya berdurasi 2 menit, lagu ini bukan hanya sekadar deruan distorsi cepat. Liriknya berisi protes dan kemarahan atas ketidakadilan yang dirasakan langsung oleh warga di wilayah pesisir. Isu-isu tersebut rupanya lekat dengan keseharian para personel Party Chaos.

1. Party Chaos masih konsisten menyuarakan isu-isu yang terjadi di wilayah pesisir

ilustrasi perahu nelayan di pesisir laut (pexels.com/Tom Fisk)
ilustrasi perahu nelayan di pesisir laut (pexels.com/Tom Fisk)

Diangkat dari realitas sosial yang terjadi di sekitar mereka, "Teriakan Laut" merangkum luka dan kemarahan masyarakat pesisir Takalar yang kerap terdampak oleh berbagai kebijakan maupun aktivitas pengrusakan lingkungan. Melalui lagu ini, Party Chaos menegaskan bahwa batasan geografi tak boleh menyurutkan keberanian untuk bersuara.

"Lagu ini adalah bentuk protes dan cara kami meluapkan amarah atas apa yang mereka lakukan, sehingga menimbulkan dampak kepada masyarakat kecil, terkhusus masyarakat pesisir seperti kami. Tidak ada batasan untuk bersuara dan berteriak walaupun kalian berada di daerah pesisir," ungkap pihak band dalam rilis resminya.

2. Berdiri sejak 2013, Party Chaos masih konsisten menghentak panggung musik Sulsel

Band hardcore asal Takalar, Party Chaos, saat tampil di Prolog Fest 2024.
Band hardcore asal Takalar, Party Chaos, saat tampil di Prolog Fest 2024. (instagram.com/prologfest)

Berdiri sejak September 2013, Party Chaos mengawali langkahnya melalui formasi awal Sandi (vokal), Imam (bas), Enal (drum), dan Mamank (gitar). Menjalani perjalanan musik keras selama lebih dari satu dekade tentu bukan perkara mudah. Berbagai dinamika dan pasang surut kehidupan personel sempat memicu beberapa kali perombakan formasi.

Saat ini, Party Chaos mantap bergerak dengan amunisi tiga personel, yakni Amal pada vokal, Imam pada bas, dan Pipink di posisi drum. Sebelum merilis "Teriakan Laut", Party Chaos telah menelurkan beberapa karya penting, seperti EP Self-Titled (2023), lagu "Harga Diri Pasukan Ramang" (2024), serta album penuh "Suara dari Pesisir" (2025).

3. Lagu 'Teriakan Laut' menjadi lagu pembuka untuk album kedua yang sedang digarap

Para personel band hardcore asal Takalar, Party Chaos.
Para personel band hardcore asal Takalar, Party Chaos. (dok. Party Chaos)

"Teriakan Laut" tidak berdiri sendiri. Single ini diproyeksikan sebagai lagu pembuka untuk album studio berikutnya yang saat ini tengah digarap dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Menariknya, Party Chaos juga memberikan bocoran mengenai kejutan di single mendatang.

Mereka mengonfirmasi bakal menggaet vokalis dari salah satu band metal raksasa asal Solo untuk berkolaborasi. "Doakan kami agar suara kecil kami bisa terdengar luas dan tak terbatas," pungkas mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More