Kebakaran di Tallo Makassar Hanguskan 50 Rumah, 90 Keluarga Terdampak

- Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat dini hari, menghanguskan 50 rumah semi permanen dan berdampak pada sekitar 90 keluarga.
- Damkarmat Makassar menerima laporan pukul 01.26 Wita, mengerahkan 30 armada, satu unit rescue, serta 90 personel; api dikuasai sekitar pukul 04.10 Wita.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, dengan dugaan awal korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara data rumah dan warga terdampak masih diperbarui.
Makassar, IDN Times – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, RT 04 dan RT 05, RW 04, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026) dini hari. Api menghanguskan puluhan rumah semi permanen dan memaksa puluhan keluarga terdampak.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, sebanyak 50 atap rumah semi permanen terdampak kebakaran. Peristiwa ini juga berdampak terhadap sekitar 90 kepala keluarga (KK), sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
1. Damkarmat kerahkan 30 armada dan 90 personel

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.26 Wita. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian atau pukul 01.36 Wita.
Untuk mengendalikan kobaran api, Damkarmat mengerahkan 30 unit armada pemadam kebakaran dan satu unit rescue. Selain itu, sebanyak 80 personel pemadam dari Pos Ujung Tanah dan Mako Damkarmat bersama 10 personel penyelamatan diterjunkan ke lokasi.
"Untuk objek yang terdampak, berdasarkan data sementara tercatat sebanyak 50 atap rumah semi permanen," ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya.
2. Upaya pemadaman berlangsung tiga jam

Petugas berjibaku memadamkan api yang dengan cepat menjalar di kawasan permukiman padat. Upaya pemadaman berlangsung selama hampir tiga jam hingga api berhasil dikuasai sekitar pukul 04.10 Wita.
Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, petugas melakukan proses pendinginan. Seluruh armada dan personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.39 Wita setelah operasi dinyatakan selesai.
3. Dugaan sementara akibat korsleting listrik

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang. Meski demikian, dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik sebagai pemicu kebakaran.
Berdasarkan pendataan sementara, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, jumlah rumah dan warga terdampak masih terus didata sehingga berpotensi mengalami perubahan.
















![[BREAKING] Polda Sulsel Periksa Bupati Gowa, Kasus Korupsi Seragam Sekolah](https://image.idntimes.com/post/20260729/upload_7d511d13f843c44f735a6c579abb46f9_e579cc23-e08d-4599-9c4c-a65ae9e766d9.jpeg)
