E. coli pada Ayam Bumbu Kuning MBG Picu Keracunan 161 Siswa di Toraja

- BBPOM Makassar menemukan cemaran E. coli pada ayam bumbu kuning program MBG yang dikonsumsi siswa di Tana Toraja, dengan kadar 5,7 x 10³ CFU/g pada sampel SMP dan 5,3 x 10³ CFU/g pada SD.
- Sampel nasi, tempe mendoan, sayur tumis, ikan nila, dan melon dinyatakan negatif terhadap cemaran mikrobiologi utama serta parameter kimia yang diuji; melon mengandung nitrit dalam kadar kecil.
- Sebanyak 161 pelajar SMPN 1 dan SMPN 2 Makale mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap MBG; E. coli dapat memicu diare, mual, muntah, dan sakit perut.
Makassar, IDN Times - Hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menemukan cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada menu ayam bumbu kuning dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi pelajar di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Cemaran tersebut ditemukan pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale serta SDN 5 dan SDN 9 Tana Toraja.
Temuan itu tercantum dalam Laporan Hasil Pengujian Sampel Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan yang dilakukan BBPOM Makassar. Dinas Kesehatan Tana Toraja menyebut cemaran E. coli pada ayam bumbu kuning dapat menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah dan sakit perut.
1. Ayam bumbu kuning positif mengandung E. coli

gambar Bakteri E. Coli ( NIAID, CC BY 2.0 via commons.wikimedia.org) Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SMP positif mengandung E. coli dengan angka 5,7 x 10³ CFU/g. Sementara sampel ayam bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SD juga positif mengandung E. coli sebesar 5,3 x 10³ CFU/g.
"Adanya cemaran mikrobiologi/bakteri Escherichia Coli pada sampel ayam masak bumbu kuning ini yang dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan seperti diare, mual, muntah dan sakit perut," kata Yosefina kepada IDN Times, Senin (14/9/2026).
Selain ayam bumbu kuning, BBPOM Makassar menguji sejumlah sampel makanan lain yang dikonsumsi para pelajar. Sampel tersebut meliputi nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila.
2. Sampel makanan lain dinyatakan negatif

Ilustrasi MBG ya g dibagikan pemerintah. (Dok. Istimewa) Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel makanan tersebut negatif dari parameter cemaran mikrobiologi dan kimiawi yang diuji. Parameter mikrobiologi meliputi E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.
Sementara parameter cemaran kimiawi yang diperiksa meliputi methanil yellow, sianida dan nitrit. "Hasil uji negatif atau memenuhi syarat," jelas Yosefina.
BBPOM Makassar juga memeriksa sampel irisan melon yang dikonsumsi para pelajar. Hasilnya negatif E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella, serta negatif sianida.
Namun, pemeriksaan menemukan kandungan nitrit dalam kadar kecil pada sampel melon. Yosefina menjelaskan kandungan nitrit dalam jumlah sangat kecil dapat ditemukan secara alami pada sayur dan buah.
"Hal itu dapat terjadi karena tanaman menyerap nitrat dari tanah atau air yang kemudian mengalami perubahan akibat aktivitas bakteri," ujarnya.
3. Cemaran bakteri dapat memicu gangguan pencernaan

Siswa SMPN Makale, Toraja, dirawat di Rumah Sakit Lakipadada, Kamis (3/92026) usai diduga keracunan MBG. Dok. Kareba Toraja Dinkes Tana Toraja menyebut cemaran E. coli pada ayam bumbu kuning menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan munculnya gejala gangguan pencernaan. Bakteri tersebut dapat memicu diare, mual, muntah hingga sakit perut.
Sebelumnya, sebanyak 161 pelajar SMPN 1 dan SMPN 2 Makale dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG. Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut menjadi salah satu dasar untuk menelusuri sumber KLB keracunan pangan yang dialami para pelajar.



















