Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Munafri Minta Pertamina Aktifkan Semua Nozzle SPBU di Makassar

Kota Makassar
Munafri Minta Pertamina Aktifkan Semua Nozzle SPBU di Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berdiskusi dengan pihak Pertamina Regional Sulawesi terkait antrean BBM di sejumlah SPBU, Jumat (11/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengaktifkan seluruh nozzle, menambah operator, serta mengatur alur kendaraan guna mengurai antrean BBM.
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan stok BBM Makassar dan Sulsel aman, dengan 25 SPBU di Makassar telah beroperasi 24 jam untuk mengurangi kepadatan.
  • Pertamina meningkatkan penyaluran Solar di atas normal sekitar 15 persen dan Pertalite 8–10 persen, dengan tambahan suplai disesuaikan kebutuhan serta antrean tiap SPBU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengoptimalkan pelayanan untuk mengurai antrean panjang BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang disoroti ialah masih adanya nozzle yang tidak dioperasikan karena keterbatasan petugas.

Permintaan tersebut disampaikan Munafri saat menemui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Kantor Pertamina Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Makassar, Jumat (11/9/2026). Dalam pertemuan itu, Munafri didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda dan diterima Executive General Manager (EGM) Pertamina Regional Sulawesi, Deny Sukendar, bersama jajarannya.

"Tujuan kami ke sini bagaimana solusi. Tolong pihak Pertamina dan pengelola SPBU carikan jalan keluar. Jangan masyarakat umum yang jadi korban," kata Munafri. 

  1. 1. Munafri soroti nozzle SPBU tak beroperasi

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau antrean kendaraan dan pelayanan pengisian BBM di SPBU Makassar.
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau kondisi antrean BBM dan pelayanan SPBU di Makassar, Jumat (11/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Munafri menilai persoalan antrean tidak cukup ditangani dengan memastikan stok BBM tersedia. Menurutnya, kapasitas pelayanan di SPBU juga perlu ditingkatkan agar kendaraan dapat dilayani lebih cepat.

    Dia mengusulkan seluruh nozzle yang tersedia di SPBU diaktifkan dan jumlah operator ditambah. Dengan begitu, waktu pelayanan setiap kendaraan dapat dipangkas sehingga antrean lebih cepat bergerak.

    "Antrean mengular karena keterbatasan petugas, misalnya 4 dispenser di SPBU hanya dijaga oleh 1 orang. Perlu penambahan petugas agar setiap nozzle aktif agar memotong waktu tunggu kendaraan," tuturnya.

    Munafri juga meminta pengelola SPBU mengatur alur kendaraan berdasarkan jenisnya, termasuk kendaraan pribadi, ekspedisi, bus, dan truk. Pengaturan waktu pengisian dinilai dapat mencegah kendaraan besar menumpuk di SPBU dalam waktu bersamaan.

    "Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur jadwalnya," kata Munafri. 

  2. 2. Pertamina buka 25 SPBU selama 24 jam

    Ilustrasi SPBU Pertamina Patra Niaga dengan area pengisian bahan bakar kendaraan dan identitas perusahaan energi.
    Ilustrasi SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

    Menanggapi persoalan tersebut, Executive General Manager (EGM) Pertamina Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memastikan stok BBM untuk Makassar dan Sulsel secara umum aman. Pertamina juga telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurai antrean.

    Salah satunya dengan memperpanjang waktu operasional SPBU. Sejumlah SPBU di Makassar kini telah beroperasi selama 24 jam.

    "Sejauh ini sudah ada 25 SPBU yang buka 24 jam. Nanti kita lihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, tentu akan kita tambah," kata Deny.

    Menurut Deny, jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam akan disesuaikan dengan kondisi antrean di lapangan. Pertamina akan memetakan titik yang mengalami kepadatan dan menyesuaikan pelayanan berdasarkan kebutuhan.

    "Intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini. Jadi jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis, menyesuaikan kondisi antrean," jelasnya.

  3. 3. Penyaluran solar dan Pertalite ditambah

    Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina dengan area pompa bensin dan kanopi di lokasi layanan kendaraan.
    Ilustrasi SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

    Pertamina juga meningkatkan penyaluran BBM untuk merespons peningkatan kebutuhan di sejumlah SPBU. Penyaluran Solar disebut telah berada di atas kondisi normal.

    Sementara itu, penyaluran Pertalite juga mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal. Pada kondisi tertentu, penyalurannya dapat ditambah sesuai kebutuhan.

    "Ada penambahan. Tentu sudah meningkat kami penyaluran untuk solar, sudah di kisaran di atas normal sekitar 15 persen. Pertalite sudah 8 persen dan kemarin juga sudah mencapai 10 persen dari kondisi normal," kata Deny.

    Deny mengatakan besaran tambahan suplai berbeda di setiap SPBU. Penyalurannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi antrean masing-masing SPBU.

    "Berbeda-beda memang, tergantung kebutuhan. Karena setiap SPBU nanti akan berbeda-beda juga," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More