Progres Pembangunan Stadion Sudiang dan Untia, Mana Lebih Cepat?

- Stadion Sudiang telah mencapai progres sekitar 11 persen, memasuki struktur lantai satu setelah pondasi rampung, dengan plumbing dan drainase lapangan turut dipasang.
- Proyek strategis nasional Stadion Sudiang didanai APBN Rp674,9 miliar hingga 2027, berkapasitas 27 ribu penonton, dan ditargetkan mencapai 65 persen pada akhir 2026.
- Stadion Untia beranggaran APBD Rp350 miliar masih dalam tender Design and Build; penyedia ditargetkan ditetapkan pekan keempat September 2026 sebelum persiapan konstruksi utama 2027.
Makassar, IDN Times - Dua proyek stadion di Kota Makassar kini berada pada tahapan yang berbeda. Pembangunan Stadion Sudiang telah memasuki pekerjaan struktur bangunan dengan progres sekitar 11 persen, sementara Stadion Untia masih menjalani proses tender untuk menentukan penyedia jasa pelaksana konstruksi.
Di kawasan GOR Sudiang, wajah stadion mulai terlihat setelah pekerjaan pondasi rampung. Struktur bangunan utama mulai menjulang dengan pengerjaan pelat dan balok lantai pertama. Kolom menuju lantai dua juga mulai berdiri, disertai pemasangan sistem perpipaan (plumbing) dan drainase bawah lapangan.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Selatan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, mengatakan pembangunan Stadion Sudiang hingga kini berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, pekerjaan telah memasuki tahap struktur lantai satu setelah penyelesaian pondasi di berbagai area.
"Setelah penyelesaian pekerjaan pondasi di berbagai area, sekarang sudah masuk ke pekerjaan struktur lantai satu. Progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 11 persen," kata Iwan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Iwan, sistem plumbing yang dipasang bukan hanya melayani utilitas bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem drainase lapangan agar air hujan dapat langsung dialirkan dan tidak menggenangi area pertandingan. Sebagian struktur juga menggunakan beton pracetak (precast) untuk mempercepat pekerjaan sekaligus menjaga kualitas konstruksi.
1. Stadion Sudiang dibiayai APBN sedangkan Untia dari APBD

Stadion Sudiang merupakan proyek strategis nasional yang dibangun melalui skema tahun jamak (multiyears) 2025-2027 dengan total anggaran Rp674,9 miliar. Stadion berkapasitas sekitar 27 ribu penonton itu dibangun di atas lahan seluas 15 hektare di kawasan GOR Sudiang.
Pemerintah menargetkan progres pembangunan mencapai sekitar 65 persen pada akhir 2026. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memastikan pembangunan masih berjalan sesuai jadwal.
"Laporan dari penanggung jawab proyek, pembangunan masih on progress sesuai jadwal. Pemprov mendukung penuh setiap kebutuhan agar masyarakat Sulsel bisa segera menikmati stadion ini," kata Sudirman.
Berbeda dengan Stadion Sudiang yang sudah memasuki tahap konstruksi fisik, pembangunan Stadion Untia masih berada pada tahap pengadaan penyedia jasa. Proses tersebut menggunakan metode Design and Build sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
2. Stadion Untia ditarget mulai konstruksi setelah tender selesai

Pada awal Juli 2026 lalu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan dokumen tender pembangunan Stadion Untia telah diumumkan. Pihaknya kini menunggu penawaran dari para peserta sebelum menetapkan pemenang tender.
"Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia," kata Munafri.
Menurut Munafri, proyek senilai sekitar Rp350 miliar itu akan dikerjakan menggunakan skema multiyears selama dua tahun. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada penimbunan lahan dan pembangunan struktur dasar stadion.
"Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya," katanya.
Dia menegaskan seluruh proses tender akan dikawal secara ketat. Hal itu diperlukan karena pembangunan stadion memiliki standar teknis yang tinggi.
"Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan," katanya.
3. Penyedia ditarget ditetapkan September 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan Stadion Untia berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa.
"Saat ini pembangunan Stadion Untia telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa. Pada tanggal 3 Juli 2026, kami telah mengumumkan proses prakualifikasi penyedia sebagai tahapan awal dalam seleksi calon pelaksana pekerjaan," katanya.
Pemkot Makassar sendiri mengalokasikan anggaran Rp350 miliar melalui APBD untuk pembangunan stadion tersebut. Setelah proses prakualifikasi, pengadaan akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi dan teknis sebelum penetapan pemenang yang ditargetkan berlangsung pada pekan keempat September 2026.
Menurut Zuhaelsi, pekerjaan tahun pertama akan difokuskan pada penyusunan detail engineering design (DED), mobilisasi peralatan, serta persiapan lapangan. Tahapan tersebut juga mencakup pematangan lahan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi utama pada 2027.
"Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan," katanya.

















![[BREAKING] Polda Sulsel Periksa Bupati Gowa, Kasus Korupsi Seragam Sekolah](https://image.idntimes.com/post/20260729/upload_7d511d13f843c44f735a6c579abb46f9_e579cc23-e08d-4599-9c4c-a65ae9e766d9.jpeg)

