Munafri Promosikan Stadion Untia ke Delegasi 28 Negara saat IGS 2026

- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mempromosikan proyek Stadion Untia kepada delegasi 28 negara dalam forum IGS 2026 sebagai peluang investasi strategis di sektor sport tourism.
- Stadion Untia dirancang di lahan 23 hektare sebagai Sport Tourism Hub dengan fasilitas olahraga, komersial, hiburan, dan ruang publik berstandar internasional untuk menarik event nasional maupun internasional.
- Pembangunan Stadion Untia diharapkan menciptakan kawasan ekonomi baru yang membuka lapangan kerja serta memperkuat posisi Makassar sebagai kota metropolitan dan gerbang utama Indonesia Timur.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mempromosikan proyek pembangunan Stadion Untia kepada delegasi dan investor dari 28 negara dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Proyek tersebut ditawarkan sebagai salah satu peluang investasi strategis di sektor sport tourism.
Forum yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026), dihadiri 41 delegasi dari 28 negara sahabat. Kegiatan itu juga mempertemukan para pelaku usaha yang menjajaki peluang investasi di Kota Makassar.
Munafri mengatakan Stadion Untia menjadi bagian dari konsep Sport Tourism Hub. Kawasan tersebut disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
"Pertama, kami memiliki konsep Sport Tourism Hub. Proyek Stadion Untia dirancang menjadi pusat penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur," kata Munafri.
1. Stadion Untia disiapkan jadi pusat sport tourism

Munafri menjelaskan stadion yang akan dibangun di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, itu tidak hanya akan difungsikan sebagai arena pertandingan sepak bola. Kawasan tersebut juga akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan olahraga, komersial, hiburan, dan ruang publik.
"Kami ingin menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang mampu menarik berbagai event nasional maupun internasional," katanya.
Menurut Munafri, Stadion Untia akan dibangun di atas lahan sekitar 23 hektare. Saat ini, proses penimbunan lahan telah berjalan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan.
2. Bidik investor internasional

Munafri menilai proyek tersebut memiliki prospek investasi yang besar. Salah satu alasannya, minat masyarakat terhadap sepak bola di Makassar dan Sulawesi Selatan dinilai sangat tinggi.
"Kami percaya proyek ini memiliki potensi yang sangat besar. Olahraga, khususnya sepak bola, sangat populer di Kota Makassar dan daerah sekitarnya," katanya.
Munafri juga menyoroti sejarah panjang klub sepak bola PSM Makassar. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu daya tarik dalam pengembangan kawasan olahraga tersebut.
"Kami memiliki PSM Makassar yang merupakan klub sepak bola tertua di Indonesia, bahkan lebih tua dari PSSI," katanya.
3. Dorong lahirnya kawasan ekonomi baru

Munafri mengatakan hingga kini Makassar belum memiliki stadion representatif untuk menggelar pertandingan berskala besar. Karena itu, pembangunan Stadion Untia diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Stadion Untia ini, bukan hanya untuk pengembangan fasilitas olahraga berstandar internasional, tetapi juga untuk menciptakan kawasan komersial baru yang dapat menggerakkan ekonomi daerah," kata Munafri.
Menurut Munafri, kawasan Sport Tourism Hub nantinya diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Kawasan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Makassar sebagai kota metropolitan dan gerbang Indonesia Timur.


















