Setahun Dikelola Pemprov, Pengguna Trans Sulsel Tembus 1,15 Juta Orang

- Selama setahun pengelolaan oleh Pemprov Sulsel, Trans Sulsel mencatat 1,15 juta penumpang di tiga koridor aktif sebagai bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal.
- Penerapan sistem pembayaran non tunai sejak April 2026 sempat menurunkan jumlah penumpang, namun disertai sosialisasi dan tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, lansia, serta penyandang disabilitas.
- Koridor CPI menjadi rute favorit dengan tingkat keterisian tinggi, sementara Pemprov terus berupaya memperluas layanan dan mengatasi kendala seperti lokasi top up kartu serta kemacetan jalan.
Makassar, IDN Times - Transportasi publik Trans Sulsel mencatat tren positif sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam periode Juni 2025 hingga 2 Juni 2026, jumlah penumpang pada tiga koridor layanan mencapai 1,15 juta orang.
Capaian itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal. Saat ini, Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus yang melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Pemprov Sulsel pun terus mengevaluasi pengembangan layanan, termasuk peningkatan kualitas armada, integrasi antarkoridor, dan perluasan jangkauan di kawasan dengan mobilitas tinggi.
1. Awalnya hanya dua koridor, kini bertambah jadi tiga

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, mengatakan saat pengambilalihan layanan dari Kementerian Perhubungan pada Juni 2025, Pemprov Sulsel hanya mengoperasikan dua koridor, yakni Koridor 1 dan Koridor 2.
Seiring berjalannya waktu, jumlah pengguna terus mengalami peningkatan. Bahkan, khusus Koridor 1, capaian layanan mampu melampaui target hingga sekitar 140 persen pada akhir 2025.
Memasuki 2026, Pemprov Sulsel kembali mengambil alih pengelolaan Koridor 5 sehingga kini total ada tiga koridor yang beroperasi. Sebelum menerapkan sistem pembayaran elektronik, koridor baru itu lebih dulu diuji coba secara gratis untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat.
"Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Trans Sulsel sebagai moda transportasi sehari-hari," ujar Andi Erwin dalam keterangan yang dikutip, Jumat (26/6/2026).
2. Sistem pembayaran non tunai sempat bikin jumlah penumpang turun

Andi Erwin menjelaskan, Dinas Perhubungan Sulsel terus mengoptimalkan seluruh koridor layanan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan penerapan sistem pembayaran non tunai yang mulai diberlakukan sejak April 2026. Namun, pada awal penerapan sistem pembayaran elektronik, jumlah penumpang sempat mengalami penurunan. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses adaptasi masyarakat terhadap sistem baru.
Pemprov Sulsel juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi pengguna tarif khusus seperti pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas. Kelompok tersebut mendapatkan tarif Rp2.000 per perjalanan, sedangkan tarif umum ditetapkan Rp4.600. Untuk mendapatkan tarif khusus, calon penumpang harus melewati proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga.
Layanan verifikasi dibuka di sejumlah titik seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar.
3. Koridor CPI jadi salah satu rute favorit penumpang

Selain memperluas sosialisasi, Dishub Sulsel juga bekerja sama dengan Bank Sulselbar untuk menyediakan layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik. Meski begitu, operasional Trans Sulsel masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan lokasi top up kartu hingga kemacetan pada beberapa ruas jalan yang memengaruhi jadwal penjemputan penumpang.
Andi Erwin menilai peluang peningkatan jumlah pengguna masih terbuka lebar. Menurutnya, tarif yang lebih murah dibanding penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
"Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat," katanya.

















