Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Target 72 Ribu Kontak Serumah, TPT TBC Makassar Baru Menjangkau 516 Orang

Kota Makassar
Target 72 Ribu Kontak Serumah, TPT TBC Makassar Baru Menjangkau 516 Orang
Ilustrasi TBC. (Kemkes.go.id)
  • Cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis bagi kontak serumah di Makassar baru 516 dari target 72.240 orang, atau 0,71 persen; penolakan obat karena merasa sehat menjadi kendala utama.
  • Dari target 9.030 kasus TBC pada 2026, Makassar baru mengonfirmasi 5.556 kasus atau 61,53 persen, meski capaian pengobatan telah mencapai 82,40 persen.
  • Dinkes Makassar menggelar tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis di 339 titik hingga November 2026, menyasar sekitar 33.900 warga dan melibatkan puskesmas, kader, komunitas, serta fasilitas swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah menjadi salah satu titik lemah dalam penanganan TBC di Kota Makassar. Hingga evaluasi program 2026, cakupan TPT baru mencapai 0,71 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengungkapkan target pemberian terapi pencegahan TBC (TPT) menyasar 72.240 kontak serumah. Namun, hingga evaluasi 2026, baru 516 orang yang telah mendapatkan TPT.

"Yang rendah di Kota Makassar itu adalah pemberian terapi pencegahan tuberkulosis. Itu baru 0,7 persen," kata Nursaidah, Rabu (12/8/2026).

  1. 1. Warga enggan minum obat jadi kendala

    ilustrasi obat-obatan tuberkulosis atau TBC (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
    ilustrasi obat-obatan tuberkulosis atau TBC (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

    Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan sebesar 99,29 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini menjadi perhatian Dinkes Makassar karena kontak serumah merupakan kelompok yang berisiko terpapar TBC dari anggota keluarga yang telah terdiagnosis.

    Nursaidah mengatakan salah satu kendala pemberian TPT di lapangan adalah masih adanya masyarakat yang enggan mengonsumsi obat pencegahan. Mereka menolak karena merasa dirinya masih sehat.

    "Setiap kontak serumah yang kita dapatkan, ini enggan untuk mengonsumsi pencegahan. Padahal itu sangat penting," katanya.

  2. 2. Kasus TBC terkonfirmasi baru 61,53 persen dari target

    Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
    Ilustrasi kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) . (IDN Times/Dhana Kencana)

    Capaian TPT tersebut kontras dengan indikator pengobatan TBC di Kota Makassar yang sudah mencapai 82,40 persen. Berdasarkan evaluasi program 2026, sebanyak 4.578 pasien tercatat dalam capaian pengobatan dari 5.556 kasus TBC yang terkonfirmasi.

    Namun, penemuan kasus TBC di Kota Makassar masih belum mencapai target. Dari target 9.030 kasus pada 2026, baru 5.556 kasus yang terkonfirmasi atau sekitar 61,53 persen.

    Artinya, masih terdapat sekitar 3.474 kasus dari target yang belum ditemukan atau terkonfirmasi. Kondisi tersebut membuat penguatan skrining dan tracing menjadi penting untuk mempercepat penemuan kasus.

  3. 3. Tracing TBC digelar di 339 titik hingga November

    Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
    Ilustrasi kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Dinkes Makassar kini memperluas tracing TBC melalui kegiatan yang digelar secara serentak di 339 titik. Kegiatan tersebut menyasar 153 kelurahan di seluruh Kota Makassar dan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026.

    Setiap titik ditargetkan menyasar 100 masyarakat untuk skrining. Dengan demikian, total sasaran yang diproyeksikan dalam rangkaian kegiatan tersebut mencapai sekitar 33.900 orang.

    Nursaidah mengatakan tracing TBC tersebut diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Seluruh puskesmas bersama jajaran kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk mengejar target tersebut.

    "Target kita itu titiknya 339 se-Kota Makassar, yang dilaksanakan di seluruh kecamatan, di seluruh kelurahan 153, dan di semua puskesmas secara serentak," kata Nursaidah.

  4. 4. Dinkes libatkan kader hingga fasilitas kesehatan swasta

    IMG-20260811-WA0440(1).jpg
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin. (Dok. Pemkot Makassar)

    Menurut Nursaidah, kegiatan tracing dan CKG diharapkan tidak hanya menemukan kasus TBC. Kegiatan tersebut juga menjadi pintu masuk untuk menyaring penyakit lainnya.

    Dinkes juga akan memperkuat investigasi kontak di seluruh puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, klinik, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Selain itu, edukasi kepada keluarga pasien akan diperkuat untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat TPT dan mengurangi penolakan terhadap terapi pencegahan.

    Menurut Nursaidah, ketika terdapat anggota keluarga yang terdiagnosis TBC, orang-orang yang tinggal serumah perlu mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, mereka dapat memperoleh terapi pencegahan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan pelayanan kesehatan.

    "Ini yang harus kita perangi sama-sama karena begitu kita dapatkan masyarakat yang terdiagnosa TBC, otomatis berapa pun orang di rumahnya itu harus kita terapi dengan pencegahan," kata Nursaidah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More