RSUP Wahidin Makassar Buka Layanan Bedah Bariatrik

RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar membuka layanan bedah bariatrik pertama di Indonesia Timur untuk pasien obesitas.
Operasi perdana dilakukan pada pasien perempuan berusia 30 tahun dan berjalan dengan baik.
Biaya operasi sekitar Rp60 juta dan belum ditanggung asuransi, termasuk BPJS Kesehatan.
Makassar, IDN Times - RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar resmi membuka layanan bedah bariatrik untuk pasien obesitas. Layanan ini menjadi yang pertama di Indonesia Timur dan diharapkan menjadi rujukan bagi pasien obesitas tanpa harus berobat ke Jakarta atau luar negeri.
Peluncuran layanan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Wahidin Bariatrik Forum di Auditorium Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Lantai 8 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Minggu (27/9/2026).
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Annas Ahmad, mengatakan kehadiran layanan bedah bariatrik menjadi kabar baik bagi pasien obesitas, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan operasi bariatrik kini tidak perlu pergi ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri.
"Daripada jauh ke Jakarta atau keluar negeri, lebih baik ke RSUP Dr. Wahidin untuk operasi bariatrik. Kabar gembira ini harus disebarkan ke seluruh nusantara bahwa bukan hanya di Jakarta, tapi RSUP Dr. Wahidin juga sudah punya operasi bariatrik," kata dr. Annas saat membuka acara.
1. Operasi perdana dilakukan pada pasien perempuan 30 tahun

RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar resmi membuka layanan bedah bariatrik untuk pasien obesitas, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya Annas mengatakan, layanan tersebut mencatat sejarah baru setelah RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk pertama kalinya melakukan operasi bariatrik pada Sabtu (26/9/2026).
Operasi perdana dilakukan terhadap seorang pasien perempuan berusia 30 tahun dengan berat badan 95 kilogram.
"Tindakan berjalan dengan baik dan ditangani oleh tim dokter bedah digestif RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, yakni dr. Ronald Erasio Lusikooy dan dr. M. Ikhwan Kusuma bersama tim anestesi, keperawatan, serta tenaga kesehatan pendukung lainnya," tuturnya.
Annas menjelaskan, operasi bariatrik bukan sekadar prosedur untuk menurunkan berat badan. Tindakan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mengontrol metabolisme tubuh pada pasien obesitas sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.
"Operasi bariatrik merupakan operasi yang pertama kali dilakukan di RS Wahidin dan hari ini tonggak sejarah baru layanan obesitas yang pertama kali dilakukan di Indonesia Timur," ujarnya.
2. Biaya operasi sekitar Rp60 juta

RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar resmi membuka layanan bedah bariatrik untuk pasien obesitas, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya Bedah bariatrik merupakan prosedur pembedahan untuk membantu menurunkan berat badan dengan mengubah sistem pencernaan. Beberapa jenis tindakan dalam prosedur ini antara lain bypass lambung dan operasi penurunan berat badan lainnya.
Prosedur tersebut bukan merupakan tindakan kosmetik. Bedah bariatrik dapat mengubah keseimbangan metabolik pasien sehingga membantu menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan.
Untuk menjalani operasi bariatrik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, pasien perlu menyiapkan biaya sekitar Rp60 juta. Biaya tersebut saat ini tidak ditanggung oleh asuransi, termasuk BPJS Kesehatan.
3. Obesitas juga berkaitan dengan penyakit metabolik

RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar resmi membuka layanan bedah bariatrik untuk pasien obesitas, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr. Ronald Erasio Lusikooy, mengatakan operasi bariatrik tidak hanya bertujuan mengurangi berat badan.
Menurutnya, tindakan tersebut juga dapat membantu mengontrol gangguan metabolisme yang dialami pasien obesitas.
"Contohnya, pasien yang kelebihan berat badan biasanya menderita diabetes melitus, hipertensi, atau gangguan impotensi. Dengan operasi ini, penyakit metabolisme bisa lebih terkontrol sehingga tidak lagi memerlukan obat jangka panjang," ungkapnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Indonesia berada di urutan keempat di Asia Tenggara dalam tingkat obesitas dengan persentase 6,9 persen, setelah Malaysia, Brunei, dan Thailand.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















