Anwar Hafid Target Satu Rumah Satu Sarjana di Sulteng

- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menargetkan setiap rumah tangga memiliki minimal satu sarjana untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.
- Program Berani Cerdas memperluas bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah hingga S2 dan S3 pada bidang tertentu yang dibutuhkan daerah.
- Pemerintah provinsi menargetkan dukungan bagi sekitar 1.000 mahasiswa kedokteran demi mewujudkan satu desa satu dokter di sekitar 2.800 desa Sulawesi Tengah.
Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menargetkan setiap rumah tangga di Sulawesi Tengah memiliki minimal satu anggota keluarga bergelar sarjana. Selain itu, dia mencanangkan target satu desa memiliki satu dokter.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi Anwar memperkuat sumber daya manusia (SDM) Sulawesi Tengah melalui program pendidikan dan kesehatan. Hal itu disampaikan Anwar dalam wawancara eksklusif program Ngobrol Seru IDN Times, Sabtu (26/9/2026).
1. Target satu rumah satu sarjana

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat wawancara eksklusif dalam program Ngobrol Seru IDN Times, Sabtu (26/9/2026). (YouTube/IDN Times) Anwar mengatakan pemerintah provinsi ingin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Salah satu target yang ingin dicapai yakni minimal ada satu sarjana dalam setiap rumah.
"Kalau ada kurang lebih 350 KK di Sulawesi Tengah, kita berharap itu minimal satu sarjana, satu rumah. Kita masuk di dalam rumah-rumah orang Sulawesi Tengah itu, kita tanya, pasti ada sarjana di dalam rumah," kata Anwar.
Menurutnya, target tersebut didukung melalui program Berani Cerdas. Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah dan telah diperluas hingga jenjang S2 dan S3 untuk bidang-bidang tertentu yang dibutuhkan daerah.
Anwar mengatakan pendidikan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan SDM yang mampu melanjutkan pembangunan Sulawesi Tengah.
2. Targetkan 1.000 mahasiswa kedokteran

Ilustrasi mahasiswa kedokteran. (setkab.go.id) Selain mengejar target satu rumah satu sarjana, Anwar menyiapkan program pendidikan dokter untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Sulawesi Tengah. Dia mengatakan pemerintah provinsi menargetkan sekitar 1.000 mahasiswa mendapat dukungan untuk menempuh pendidikan kedokteran.
Anwar menyebut biaya pendidikan kedokteran dapat mencapai sekitar Rp20 juta per semester atau Rp40 juta per tahun. Menurutnya, pembiayaan tersebut perlu disiapkan agar anak-anak Sulawesi Tengah memiliki kesempatan menempuh pendidikan dokter.
"Ya, seperti target saya, program ini akan dirasakan 10 tahun yang akan datang. Kalau sekarang kita sekolahkan dokter-dokter kita minimal, kalau sekarang kemarin saya hitung ada 100 lebih yang ikut dari kedokteran khusus. Kemudian tahun ini saya bilang sama Pak Kadis, sosialisasi target 1.000 mahasiswa kedokteran," katanya.
3. Bidik satu desa satu dokter

ilustrasi dokter (unsplash.com/Online Marketing) Program tersebut diarahkan untuk memenuhi target satu desa satu dokter. Anwar mengatakan Sulawesi Tengah memiliki sekitar 2.800 desa sehingga kebutuhan dokter di tingkat desa masih menjadi perhatian.Â
Dia memperkirakan lulusan dokter dari program tersebut mulai tersedia dalam beberapa tahun setelah menyelesaikan pendidikan. Menurut Anwar, kebutuhan dokter tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah perdesaan.
"Target yang kedua, satu desa, satu dokter. Dokter umum. Karena ini dua problem sekarang ini. Dokter umum kita paling ada di Puskesmas. Kalau satu Puskesmas mencakupi 10 desa, satu dokter melayani 10 desa. Gimana rakyat kita mau bisa terlayani?" Katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















