Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Ungkap Penyebab Udara Sulsel Terasa Panas hingga 45 Derajat

Kota Makassar
2 min read
BMKG Ungkap Penyebab Udara Sulsel Terasa Panas hingga 45 Derajat
ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • BMKG mencatat suhu maksimum aktual di Sulawesi Selatan mencapai 35-36 derajat Celsius, tetapi suhu yang dirasakan bisa mencapai 40-45 derajat akibat pengaruh kelembapan.
  • Kombinasi suhu tinggi, kelembapan rendah, dan cuaca cerah saat musim kemarau membuat udara lebih panas; sejumlah wilayah juga masih mengalami kekeringan hingga kebakaran lahan.
  • El Nino yang menguat sejak April hingga September 2026 turut menurunkan intensitas hujan dan mengeringkan cuaca, sementara beberapa wilayah mengalami suhu di atas normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan mengalami udara yang terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi suhu udara aktual, tetapi juga kelembapan udara.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, mengatakan suhu maksimum aktual di Sulsel saat ini masih berada pada kisaran tinggi. Namun, suhu yang dirasakan tubuh atau feels like temperature dapat terasa lebih panas akibat pengaruh kelembapan udara.

"Suhu udara terasa (feels like temperature) berbeda dengan suhu udara aktual. Pengamatan suhu maksimum aktual di Sulsel mencapai 35-36 derajat Celcius. Namun terasa seperti 35-40 dan 40-45 derajat Celcius dipengaruhi juga oleh faktor kelembapan udara," kata Amhar kepada IDN Times, Sabtu (26/9/2026)

  1. 1. Musim kemarau bikin udara lebih kering

    Kondisi cuaca panas terik di Bandar Lampung, Kamis (21/3/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
    Ilustrasi cuaca panas, Kamis (21/3/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Menurut Amhar, kombinasi suhu udara yang tinggi dan kondisi udara kering dapat membuat panas lebih terasa. Kondisi tersebut terjadi di tengah dominasi musim kemarau di Sulsel.

    "Gabungan kondisi suhu tinggi dan kelembapan udara rendah (kering) menyebabkan udara terasa lebih panas," katanya.

    Amhar mengatakan sejumlah wilayah di Sulsel bahkan masih mengalami kekeringan hingga kebakaran lahan. Kondisi cuaca yang umumnya cerah hingga cerah berawan juga turut berpengaruh karena tutupan awan relatif sedikit.

  2. 2. El Nino turut pengaruhi kondisi cuaca

    IMG_20260417_140130.jpg
    Iilustrasi cuaca panas, Jumat (17/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain kondisi musim kemarau, Amhar menyebut fenomena El Nino turut berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Sulsel. Fenomena tersebut tercatat berlangsung dengan intensitas yang meningkat dari lemah hingga sangat kuat.

    "Salah satunya ada fenomena El-Nino yang tercatat terjadi sejak April 2026 (intensitas lemah) hingga saat ini September 2026 intensitas sangat kuat," katanya.

    El Nino, lanjut Amhar, berkaitan dengan penurunan intensitas hujan di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut mendukung cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah.

  3. 3. Kondisi suhu tidak seragam

    Cuaca panas terik di Sumatra Barat (IDN Times/Halbert Caniago)
    Ilustrasi cuaca panas. (IDN Times/Halbert Caniago)

    Meski demikian, kondisi suhu di Sulsel tidak sepenuhnya seragam. Amhar menyebut beberapa wilayah menunjukkan anomali suhu positif atau suhu yang lebih panas dibandingkan kondisi normalnya.

    "Untuk beberapa wilayah menunjukkan anomali suhu positif, lebih panas dibanding normalnya," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More