RS Regional Malino Dibangun untuk Pangkas Akses Jauh Layanan Kesehatan

- RS Regional Wilayah Selatan di Malino dibangun untuk menekan kematian ibu dan anak serta mengatasi akses rujukan kesehatan yang sulit bagi warga pegunungan dan daerah jauh.
- Rumah sakit tipe C beranggaran sekitar Rp161 miliar dari APBD Sulsel ini ditargetkan selesai Agustus 2027, melayani sekitar 165 ribu warga di tujuh kecamatan prioritas Gowa.
- Pemerintah menegaskan proyek ini bukan berorientasi bisnis, melainkan memperluas layanan rujukan dasar, mengurangi rujukan ke Makassar, dan mendukung kebutuhan kesehatan kawasan wisata Malino.
Gowa, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, dilatarbelakangi masih tingginya angka kematian ibu dan anak di wilayah ini. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.
Menurut Sudirman, masyarakat di wilayah pegunungan dan daerah yang jauh dari pusat kota masih harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan, khususnya bagi ibu hamil dan anak.
"Gowa salah satu daerah dengan penduduk terbanyak di wilayah selatan Sulsel. Tertinggi kematian ibu dan anak di Sulsel karena salah satunya kesulitan akses," kata Sudirman saat groundbreaking RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026).
1. Diharapkan mempermudah akses layanan kesehatan

Sudirman berharap RS ini dapat menjadi rumah sakit rujukan yang representatif bagi masyarakat di kawasan selatan Sulawesi Selatan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Sungguminasa atau Makassar.
"Kita harapkan ini jadi rumah sakit yang representatif bagi masyarakat sekitar agar lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan yang memadai," katanya.
RS Regional Wilayah Selatan di Malino ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp161 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel melalui skema multiyears contract. Rumah sakit bertipe C ini ditargetkan rampung pada Agustus 2027.
2. Dibangun bukan untuk orientasi bisnis

Dia menegaskan pembangunan rumah sakit tersebut bukan untuk mengejar keuntungan. Menurutnya, rumah sakit itu dibangun untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau dan memiliki rasio tempat tidur rumah sakit yang rendah.
"Pembangunan RS ini bukan semata orientasi bisnis, karena kita ingin menolong masyarakat kita yang kesulitan akses makanya kita ambil yang jauh, yang koefisien tempat tidur dan jumlah penduduknya paling rendah," katanya.
Keberadaan rumah sakit ini juga diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke rumah sakit di Kota Makassar karena pelayanan rujukan dasar sudah bisa ditangani di wilayah selatan. Rumah sakit ini direncanakan akan melayani sekitar 165 ribu penduduk di tujuh kecamatan prioritas di Kabupaten Gowa.
3. Sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Malino

Sudirman juga mengatakan lokasi pembangunan dipilih di kawasan dataran tinggi Malino agar masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan memiliki rumah sakit rujukan yang lebih dekat. Keberadaan rumah sakit tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan Malino.
Menurut Sudirman, kawasan wisata seperti Malino juga membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan begitu, wisatawan dapat lebih mudah memperoleh layanan medis apabila sewaktu-waktu membutuhkan penanganan kesehatan.
"Pembangunan RS ini dalam rangka mendukung pariwisata, sehingga jika berkunjung ke sini ada fasilitas kesehatan yang dekat untuk diakses jika perlu konsultasi dan layanan kesehatan," katanya.
Sudirman bahkan menginginkan kawasan rumah sakit ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang nyaman. Salah satunya restoran dengan standar pelayanan yang baik, tetapi tetap menyajikan makanan khas daerah.
"Kita mau bangun juga kewisataan lokal, kalau ada fasilitas resto, saya mau standar lux tapi makanan lokal," katanya.














![[BREAKING] Polda Sulsel Periksa Bupati Gowa, Kasus Korupsi Seragam Sekolah](https://image.idntimes.com/post/20260729/upload_7d511d13f843c44f735a6c579abb46f9_e579cc23-e08d-4599-9c4c-a65ae9e766d9.jpeg)

