Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Setelah Malino, Pemprov Sulsel akan Bangun RS Regional Wilayah Utara

Kota Makassar
Setelah Malino, Pemprov Sulsel akan Bangun RS Regional Wilayah Utara
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat groundbreaking pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Pemprov Sulsel akan memulai pembangunan RS Regional Wilayah Utara di Kabupaten Luwu pada 2026, menggunakan skema multiyears dan menargetkan penyelesaian pada 2027.
  • Dua RS regional di Luwu dan Bontolempangan, Gowa, dibiayai sekitar Rp500 miliar melalui program 2026-2027 untuk mendekatkan layanan rujukan bagi warga di luar Makassar.
  • Setelah proyek selesai, Sulsel akan memiliki empat wilayah layanan RS regional, guna memperluas akses penanganan stroke, persalinan dengan perdarahan, dan kecelakaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga akan memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Utara di Kabupaten Luwu pada tahun ini. Rumah sakit tersebut ditargetkan selesai pada 2027 sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan RS Regional Wilayah Utara akan dilaksanakan melalui skema proyek tahun jamak (multiyears). Rumah sakit itu menjadi proyek kedua setelah dimulainya pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, Malino, Kabupaten Gowa.

"Insyaallah tahun ini juga kita mulai pekerjaan fisiknya. Mohon doanya agar pembangunan berjalan lancar dan bisa selesai dalam dua tahun, yaitu pada 2027," kata Andi Sudirman usai groundbreaking RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026).

1. Dua RS regional dibangun lewat program multiyears

IMG_20260730_141039.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan saat groundbreaking pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sudirman menjelaskan pembangunan dua rumah sakit tersebut merupakan bagian dari program multiyears 2026-2027. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk membangun dua rumah sakit regional.

Menurutnya, RS Regional Wilayah Selatan sengaja dibangun di kawasan perbatasan Kabupaten Gowa, Bulukumba, dan Sinjai agar masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Makassar untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan.

"Selama ini banyak masyarakat yang harus dirujuk ke Makassar dengan kondisi medan yang sulit," katanya. 

2. Sulsel akan memiliki empat wilayah layanan rumah sakit regional

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Sudirman mengatakan setelah pembangunan RS Regional Wilayah Utara di Luwu selesai, jaringan rumah sakit regional di Sulawesi Selatan akan mencakup empat wilayah layanan.  Jaringan tersebut terdiri atas RS Regional Bosowasi yang telah beroperasi, RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, Gowa, RS Regional Wilayah Utara di Luwu, serta RS Lakipadada di Tana Toraja yang telah ditingkatkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Jadi nantinya akan ada empat wilayah layanan rumah sakit regional. Semoga semuanya bisa segera selesai dan segera diresmikan," katanya. 

3. Diharapkan pemerataan layanan kesehatan semakin optimal

Ilustrasi rumah sakit. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi rumah sakit. (IDN Times/ Agung Sedana)

Menurut Sudirman, pengembangan jaringan rumah sakit regional bertujuan memperluas akses layanan kesehatan di berbagai daerah. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rumah sakit di Kota Makassar.

Di wilayah di luar Makassar, kata Sudirman, masyarakat masih mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kondisi itu terutama terjadi saat menangani kasus stroke, perdarahan saat melahirkan, maupun keadaan darurat akibat kecelakaan.

"Penanganan pertama sering kali terlambat karena akses yang sulit," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More