Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Sulsel Akui Lahan Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih

Pemprov Sulsel Akui Lahan Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar, Sabtu (16/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Sulsel mengakui keterbatasan lahan menjadi hambatan utama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di sejumlah daerah.
  • Hingga 1 Mei 2026, baru 206 dari target 3.059 koperasi yang rampung sepenuhnya karena kondisi geografis dan ketersediaan lahan berbeda di tiap wilayah.
  • Pemprov Sulsel telah melaporkan kendala ke Satgas Pusat dan terus berkoordinasi untuk mempercepat pembangunan koperasi secara bertahap di seluruh daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengakui ketersediaan lahan masih menjadi kendala utama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah daerah. Pasalnya, tidak semua daerah mempunyai lahan yang memadai untuk pembangunan koperasi tersebut. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetya, usai menghadiri Peresmian Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di KDKMP Mangasa, Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026). 

"Tentunya tidak semua juga yang punya pembangunan yang namun juga ada kendala-kendala yang dihadapi," kata Andi Eka, Sabtu (16/5/2026).

1. Baru 206 koperasi rampung 100 persen

Sejumlah orang berdiri di depan gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar yang baru selesai dibangun.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026) yang pembangunannya rampung 100 persen. IDN Times/Asrhawi Muin

Pemprov Sulsel mencatat baru 206 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang pembangunannya rampung 100 persen hingga 1 Mei 2026. Jumlah tersebut masih jauh dari target 3.059 koperasi di seluruh Sulsel.

Menurut Eka, kondisi di Sulawesi Selatan tidak semuanya seperti Kota Makassar. Karena itu, persoalan yang dihadapi di tiap daerah juga berbeda-beda sehingga jumlah koperasi yang rampung masih terbilang sedikit. 

"Ada di pegunungan yang mana lahan tanah saja untuk aset pembangunan itu sangat-sangat minim atau di pulau," katanya. 

2. Kendala pembangunan dilaporkan ke Satgas Pusat

Sejumlah orang menghadiri peresmian operasionalisasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026) yang pembangunannya rampung 100 persen. IDN Times/Asrhawi Muin

Eka mengatakan berbagai hambatan pembangunan koperasi di daerah sudah dilaporkan ke tim Satgas Pusat. Pemerintah daerah juga terus mengomunikasikan kendala yang dihadapi di lapangan.

Menurutnya, koordinasi tersebut terus dibangun dengan pemerintah pusat. Hal itu ditempuh agar seluruh target pembangunan koperasi desa dan kelurahan bisa tercapai.

"Tentunya inilah yang menjadi laporan kami ke tim Satgas Pusat dan dikomunikasikan kendala-kendala hambatan," katanya.

3. Pemerintah terus kejar percepatan pembangunan

Seorang pria berkacamata mengenakan kemeja bermotif batik sedang berbicara di luar ruangan dengan beberapa orang di latar belakang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Eka Prasetya. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Pemerintah menyebut pembangunan koperasi Merah Putih tetap berjalan secara bertahap di berbagai daerah. Proses tersebut terus berlangsung meski masih menghadapi persoalan lahan.

"Sehingga nantinya seluruh dari 3.059 koperasi desa maupun kelurahan akan dicapai 100 persen," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More