Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Koperasi Merah Putih di Sulsel Disiapkan untuk Warga Ekonomi Menengah ke Bawah

Koperasi Merah Putih di Sulsel Disiapkan untuk Warga Ekonomi Menengah ke Bawah
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman usai menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di KDKMP Mangasa, Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Pemerintah Sulsel meluncurkan Koperasi Merah Putih sebagai pusat distribusi subsidi dan stimulus bagi warga berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 5 ke bawah.
  • Koperasi akan menyalurkan barang subsidi seperti Elpiji, beras SPHP, dan kebutuhan pokok murah melalui skema kartu stimulus agar bantuan lebih tepat sasaran.
  • Koperasi Merah Putih diharapkan memperkuat ekonomi desa dan kelurahan tanpa mematikan pasar umum, menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat distribusi subsidi dan stimulus pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sasaran utamanya yakni kelompok warga kategori desil 5 ke bawah.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman usai menghadiri Peresmian Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di KDKMP Mangasa, Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026).

Sudirman menjawab kekhawatiran soal daya saing Koperasi Merah Putih di tengah menjamurnya minimarket dan toko retail modern. Dia menilai koperasi tetap memiliki pasar tersendiri.

Warga desil 5 merupakan kelompok masyarakat yang masuk kategori kelas menengah ke bawah dalam pendataan kesejahteraan sosial. Kelompok ini berada di batas bawah kategori masyarakat menengah untuk kondisi ekonomi.  

"Kita kan ada desil-desil 1 sampai desil 9 atau berapa. Nah ini desil 6 ke atas atau desil berapa ke mana belanjanya, desil 5 ke bawah yang merupakan target prioritas kita," kata Andi Sudirman. 

1. Subsidi pemerintah diproyeksikan masuk lewat koperasi

IMG_20260516_113612.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar, Sabtu (16/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sudirman menyebut sejumlah barang subsidi nantinya dipusatkan melalui koperasi desa dan kelurahan. Barang tersebut di antaranya gas Elpiji subsidi, beras SPHP, hingga kebutuhan pokok dengan harga murah.

Menurutnya, pola distribusi itu disiapkan agar penyaluran bantuan pemerintah lebih terarah. Masyarakat kecil menjadi sasaran utama dalam skema distribusi tersebut.

"Kalau misalnya Elpiji-nya sudah masuk di koperasi, pasti dia akan memilih, tentu orang-orangnya itu sudah ada kelas-kelasnya kan," katanya. 

Pemerintah juga menyiapkan skema kartu stimulus bagi kelompok penerima prioritas. Kartu tersebut disiapkan agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok melalui koperasi.

"Tentu kita kasih kartu ini di koperasi targetnya yang tentu akan memberikan stimulus kepada mereka," kata Andi Sudirman.

2. Koperasi tidak akan matikan pasar

IMG_20260516_141132.jpg
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026) yang pembangunannya rampung 100 persen. IDN Times/Asrhawi Muin

Meski koperasi disiapkan sebagai pusat distribusi subsidi, Sudirman menilai minimarket dan pasar umum tetap akan beroperasi. Menurutnya, masyarakat nantinya tetap memiliki pilihan tempat berbelanja sesuai kebutuhan masing-masing.

"Tentu nanti akan ada warga yang mana akan belanja di koperasi, warga mana yang akan belanja di market-market umum," katanya. 

Dia menyebut pemerintah tidak ingin mematikan pelaku usaha yang sudah lebih dulu beroperasi. Namun pemerintah juga ingin memastikan subsidi negara lebih banyak dirasakan masyarakat kecil.

"Jadi ada keadilanlah, kita tidak menghalangi pasar yang sudah ada berjalan tapi tetap bagaimana pro rakyat," katanya.

3. Koperasi diproyeksikan jadi penggerak ekonomi warga

IMG_20260516_112616.jpg
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (16/5/2026) yang pembangunannya rampung 100 persen. IDN Times/Asrhawi Muin

Pemerintah menilai keberadaan Koperasi Merah Putih bisa memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Selain menjadi pusat distribusi subsidi, koperasi juga diproyeksikan mengatur distribusi barang dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Sudirman menyebut Koperasi Merah Putih nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Peran itu terutama dijalankan di tingkat desa dan kelurahan.

"Ini koperasi desa dan kelurahan ini insya Allah akan menjadi motor penggerak di se-Indonesia termasuk di desa-desa kita dan kelurahan keluarga kita," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More