Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa untuk 400 Siswa SD dan SMP

Kota Makassar
3 min read
Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa untuk 400 Siswa SD dan SMP
Ilustrasi siswa SMP. (IDN Times/Riyanto)
  • Pemkot Makassar menyiapkan beasiswa APBD bagi 400 siswa kurang mampu, terdiri dari 200 siswa SD dan 200 siswa SMP, untuk membantu kelanjutan pendidikan.
  • Program ini menjadi alternatif bagi siswa yang belum menerima Program Indonesia Pintar; calon penerima akan diverifikasi dengan memadukan data DTSEN dan Dapodik.
  • Makassar juga mengoptimalkan PIP 2026 untuk sekitar 10.000 siswa SD hingga SMA, dengan prioritas keluarga desil 1 sampai 5 dan bantuan sesuai jenjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program beasiswa bagi 400 siswa dari keluarga kurang mampu di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Program ini ditujukan untuk membantu siswa melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan beasiswa tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar. Kuota penerima dibagi rata untuk siswa SD dan SMP, masing-masing sebanyak 200 orang.

"Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar," kata Achi, Rabu (21/10/2026).

  1. 1. Beasiswa pemkot jadi alternatif bagi penerima Non-PIP

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman. (Dok. Istimewa)
    Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman. (Dok. Istimewa)

    Menurut Achi, program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.

    "Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan," jelasnya.

    Achi menjelaskan pemerintah akan memadukan data kesejahteraan sosial dengan data pendidikan. Hal ini untuk untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria.

  2. 2. Calon penerima diverifikasi melalui DTSEN dan Dapodik

    ilustrasi siswa SD (pexels.com/norkholis)
    ilustrasi siswa SD (pexels.com/norkholis)

    Dinas Pendidikan Kota Makassar mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan calon penerima beasiswa. Data tersebut akan dipadukan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar proses verifikasi dan validasi berjalan lebih akurat.

    "Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik," kata Achi.

    Dia meminta orang tua siswa yang membutuhkan bantuan agar menghubungi operator sekolah masing-masing dengan membawa data yang valid. Data tersebut selanjutnya diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.

    Sementara itu, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Makassar masih dalam proses. Hal ini seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.

  3. 3. Kuota PIP Makassar capai 10 ribu siswa

    Ilustrasi siswa SD. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
    Ilustrasi siswa SD. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

    Selain menyiapkan beasiswa dari APBD, Pemkot Makassar juga mengoptimalkan akses bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Achi menyebut kuota penerima PIP di Kota Makassar pada 2026 mencapai sekitar 10.000 siswa, mulai jenjang SD hingga SMA.

    Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5 sesuai kriteria program. Besaran bantuan PIP berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp750 ribu per tahun untuk siswa SMP, dan Rp1,8 juta per tahun untuk siswa SMA.

    Achi berharap perluasan akses bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian, mereka dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.

    "Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More