Kualitas Udara Makassar Belum Kategori Baik, BMKG: Masih Fluktuatif

- BMKG mencatat PM2,5 Makassar turun menjadi 48 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00 WITA, sehingga kualitas udara masuk kategori sedang.
- Kondisi udara masih fluktuatif dalam rentang sedang hingga tidak sehat dan belum mencapai kategori baik; BMKG memperbarui pemantauan beberapa kali sehari.
- Asap dari luar Sulawesi Selatan mulai berkurang, tetapi kualitas udara tetap dipengaruhi angin, titik api, dan dinamika atmosfer; warga diminta mengacu pada data PM2,5 terbaru.
Makassar, IDN Times - Kualitas udara di Kota Makassar mulai membaik pada Rabu (21/10/2026). Konsentrasi partikel halus PM2,5 yang sebelumnya berada dalam kategori tidak sehat kini turun menjadi kategori sedang, meski kondisinya masih berpotensi berfluktuasi.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, mengatakan konsentrasi PM2,5 di Makassar tercatat sebesar 48 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00 WITA. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan BMKG.
"Untuk kondisi saat ini sudah mulai membaik. Yang sebelumnya kondisinya konsentrasi PM 2,5 itu berada di kategori tidak sehat, sekarang sudah turun menjadi kategori sedang. Artinya sudah turun sedikit lebih baik," kata Agus saat diwawancarai IDN Times melalui telepon, Rabu (21/10/2026).
1. Kualitas udara masih berfluktuasi

Kondisi udara di Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Agus menjelaskan kualitas udara Makassar sempat membaik ke kategori sedang sebelum kembali memburuk ke kategori tidak sehat dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, penurunan konsentrasi PM2,5 saat ini belum berarti kualitas udara telah sepenuhnya pulih.
"Kalau dikatakan membaik, seharusnya harusnya mulai ini sih, karena sempat juga beberapa hari yang lalu turun, kemudian naik lagi. Jadi, tapi di kategori rentangnya dia bermain di tidak sehat sampai sedang," katanya.
Menurut Agus, konsentrasi PM2,5 masih bergerak dalam rentang kategori sedang hingga tidak sehat. Hingga Rabu, kualitas udara Makassar juga belum mencapai kategori baik.
"Masih main di rentang itu. Untuk kategori hingga kategori baik, belum. Masih paling rendah itu masih di kategori sedang," katanya.
Agus menjelaskan, perubahan kualitas udara dapat terjadi dalam hitungan jam. Karena itu, pemantauan perlu berlangsung secara berkala.
"Tapi itu fluktuatif ya. Maksudnya kan kita update per beberapa jam. Jadi, kalau dalam satu hari itu bisa update beberapa kali, nah, karena kemarin kondisinya pernah sempat turun ke sedang, kemudian naik lagi ke tidak sehat," ungkapnya.
2. Pergerakan asap dari luar Sulsel mulai berkurang

Kondisi udara di Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Agus menyebut asap yang sebelumnya memengaruhi kualitas udara di Makassar berasal dari luar Sulawesi Selatan. Berdasarkan pemantauan satelit terhadap pergerakan asap, kondisi pada Rabu dinilai lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
"Kalau asapnya sendiri kalau dari satelit untuk saat ini untuk hari ini, berdasarkan trajektorinya memang kita cukup baik hari ini. Enggak terlalu ininya, sampai di daerah Mamuju saja ini," kata Agus.
Dia menjelaskan BMKG tetap memantau titik panas atau hotspot di wilayah Sulawesi Selatan. Pemantauan tersebut bertujuan mengidentifikasi titik-titik dengan suhu yang lebih tinggi dari kondisi normal serta potensi kebakaran.
Kualitas udara Makassar dalam beberapa hari ke depan masih dipengaruhi pergerakan angin dan kondisi titik api di wilayah sumber asap. Dinamika atmosfer juga turut menentukan perubahan kualitas udara.
"Jadi, tergantung kondisi anginnya, tergantung juga kondisi dari spot-nya itu, apakah sudah mulai reda atau mulai padam, kemudian kondisi hal-hal lainnya terutama di dinamika atmosfer sendiri," jelasnya.
3. Langit cerah menjadi salah satu indikator

Kondisi udara di Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Agus mengatakan kondisi langit yang mulai tampak biru dan objek di kejauhan yang terlihat lebih jelas dapat menjadi salah satu tanda bahwa kualitas udara membaik. Meski demikian, penilaian kualitas udara tetap perlu mengacu pada data pemantauan konsentrasi PM2,5.
Dari pantauan IDN Times, langit di Kota Makassar mulai tampak berwarnaa biru cerah dan berawan. Pemdandangan ini berbeda dengan dua pekan lalu di mana langint tampak berwanraa kelabu.
"Kalau langit sudah kayak warna biru, terus objek-objek yang biasa kita lihat jadi terlihat jelas, berarti kualitas udaranya sudah cukup membaik," katanya.
Dia mengingatkan bahwa kondisi langit yang terlihat cerah belum cukup untuk memastikan kualitas udara berada dalam kategori baik. Masyarakat tetap perlu memperhatikan data pemantauan terbaru karena konsentrasi PM2,5 dapat berubah sewaktu-waktu.




















