Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tawuran di Barabaraya Dikhawatirkan Meluas, Posko Dijaga 24 Jam

Kota Makassar
3 min read
Tawuran di Barabaraya Dikhawatirkan Meluas, Posko Dijaga 24 Jam
Lurah Barabaraya, Erny Rionitha, saat diwawancarai di Balai Kota Makassar, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Bentrokan di Barabaraya, Makassar, kembali terjadi di beberapa lokasi meski pihak terlibat sempat saling meminta maaf; kelurahan belum mengetahui akar konflik dan menduga ada provokasi.
  • Pemerintah Kelurahan Barabaraya mengkhawatirkan tawuran merembet ke kelurahan sekitar, lalu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, Kapolsek, dan Danramil untuk mendorong mediasi serta mencegah konflik kelompok.
  • Posko keamanan dijaga bergantian tiap malam hingga pagi oleh warga, RT/RW, dan polisi; situasi pada Selasa kondusif, tetapi penjagaan tetap diteruskan demi mengantisipasi bentrokan susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Situasi sempat mereda setelah pihak yang terlibat bentrokan saling meminta maaf. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Konflik kembali muncul, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga membuat pemerintah Kelurahan Barabaraya, Kota Makassar, khawatir tawuran meluas ke wilayah sekitarnya.

Lurah Barabaraya, Erny Rionitha, mengatakan rangkaian bentrokan dalam beberapa waktu terakhir diduga dipicu aksi saling serang. Dia juga menduga ada provokasi dari pihak yang belum diketahui identitasnya.

Menurutnya, persoalan sempat dianggap selesai setelah pihak yang terlibat mendatangi kelompok lain untuk meminta maaf. Namun, bentrokan kembali terjadi dan membuat upaya pengamanan harus dilakukan berulang kali.

"Senin kayaknya. Malamnya sudah selesai itu, buat perang pertama, toh. Jadi pergi minta maaf, tapi mungkin orang dari luar ini yang masuk lagi," kata Erny saat diwawancarai di Balai Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Konflik berulang dan situasi kembali memanas

    Ilustrasi Tawuran (Foto: IDN Times)
    Ilustrasi Tawuran (Foto: IDN Times)

    Erny menuturkan bentrokan sempat terjadi di kawasan asrama. Setelah situasi mereda selama beberapa waktu, konflik kembali muncul pada Oktober 2026, termasuk di Jalan Abu Bakar Lambogo atau Ablam.

    Upaya pengamanan pun diperketat di sejumlah titik. Namun, ketika situasi di luar mulai terkendali, bentrokan kembali terjadi di dalam asrama. Aparat dan pihak kelurahan harus kembali menyisir lokasi untuk mencegah konflik berlanjut.

    Meski rangkaian kejadian itu terus berulang, Erny mengaku belum mengetahui secara pasti akar persoalan yang memicu bentrokan. Dia juga belum dapat memastikan apakah konflik tersebut berkaitan dengan persoalan lain.

    "Kita juga tidak tahu dari mana. Masing-masing bilang, 'Saya diserang, saya diserang'. Jadi kalau dari sini bilang saya diserang, di sana juga bilang saya diserang," katanya. 

    Situasi tersebut membuat pihak kelurahan kesulitan memastikan siapa yang pertama kali memicu bentrokan. Erny menduga ada pihak yang memprovokasi, tetapi identitas maupun asalnya belum diketahui.

  2. 2. Tak ingin tawuran merembet ke wilayah lain

    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/ Aditya Pratama)
    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/ Aditya Pratama)

    Kekhawatiran Erny bukan hanya soal bentrokan yang kembali terjadi, melainkan juga kemungkinan konflik merembet ke kelurahan lain. Wilayah Barabaraya berdekatan dengan sejumlah kelurahan sehingga perselisihan antarkelompok berpotensi melibatkan lebih banyak pihak.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kelurahan telah bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat. Mediasi antarpihak yang berselisih diharapkan menjadi jalan untuk meredakan konflik sebelum berkembang lebih jauh.

    "Kami takutnya ini menyebar sampai perang kelompok seperti beberapa tahun yang lalu. Itu yang kami antisipasi duluan bersama Kapolsek dan Danramil," tuturnya.

    Erny menyebut kelompok yang belakangan menjadi perhatian publik di antaranya kelompok dari Lorong Jorjoran dan Lorong Lonner. Namun, dia belum dapat memastikan apakah konflik hanya melibatkan kedua kelompok tersebut atau ada kelompok lain yang turut terlibat.

    Menurutnya, identitas orang-orang yang terlibat juga tidak mudah dipastikan. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui asal mereka dan peran masing-masing dalam bentrokan.

  3. 3. Posko keamanan disiagakan hingga pagi

    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Di tengah kekhawatiran konflik kembali pecah, upaya menjaga keamanan terus diintensifkan. Pemerintah kelurahan bersama pengurus RT/RW menyiagakan posko di sejumlah titik rawan.

    Penjagaan berlangsung setiap malam mulai pukul 20.30 WITA hingga pagi hari. Warga dari sejumlah kelurahan yang berbatasan turut mengatur penjagaan secara bergantian.

    "Jadi mereka baku atur, di sebelah sini dua kelurahan, sebelah sini dua kelurahan," kata Erny.

    Selain masyarakat, aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsek setempat juga bersiaga. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah pihak-pihak yang berpotensi memicu bentrokan kembali berkumpul dan melancarkan serangan.

    Erny mengatakan situasi di wilayahnya hingga Selasa (20/10/2026) telah kembali kondusif. Meski demikian, penjagaan tetap berlanjut karena potensi konflik susulan masih menjadi perhatian.

    "Untuk saat sampai ini tadi sudah bersih, tapi polisi tetap berjaga," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More