Mahasiswa di Makassar Beri Nilai 4 untuk 2 Tahun Rezim Prabowo-Gibran

Mahasiswa Unismuh Makassar memberi nilai empat dari 10 untuk dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mereka menyoroti anggaran pendidikan, berkurangnya kuota KIP, karhutla, serta tambang ilegal.
Sejumlah aliansi mahasiswa menggelar aksi dan meminta pendidikan serta kesejahteraan rakyat miskin diprioritaskan.
Makassar, IDN Times - Kelompok mahasiswa dari Aliansi Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) Satu memberikan rapor merah untuk dua tahun pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo - Gibran. Dari angka 1 hingga 10, mereka hanya memberikan nilai empat.
"Melihat kondisi kebangsaan hari ini kita menilai dari 1 sampai 10, kita hanya beri nilai 4," kata Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar, Andi Rama Ramadhan kepada IDN Times saat ditemui di sela-sela aksinya di depan Kantor sementara DPRD Sulsel Jl A.P Pettarani, Selasa (20/10/2026).
1. Mahasiswa minta pemerintah perhatikan sektor pendidikan

Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar menggelar unjuk rasa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Darsil Yahya Alasan utama mahasiswa memberikan nilai empat tersebut, karena anggaran pendidikan yang digelontorkan pemerintah sangat rendah dibanding anggaran untuk Kepolisian, TNI, dan MBG.
"Itulah yang kemudian menjadi titik kritisnya teman-teman, yang seharusnya pendidikan harus menjadi nomor satu. Bagaimana kita mencapai negara maju ketika pendidikannya semakin menurun," ujarnya.
Kondisi ini, kata Rama, berdampak pada kuota penerimaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kampusnya. Unismuh Makassar sebelumnya mendapatkan 1000 kuota, namun akibat pemotongan anggaran pendidikan, kuota di kampusnya berkurang drastis.
"Pendidikan hari ini terkhususnya di Unismuh Makassar, jatah ataupun kuota untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Unismuh Makassar dipotong yang awalnya hampir 1000, sekarang berkurang, tidak sampai 100 itu yang menjadi keresahan teman-teman," ungkapnya.
2. Soroti karhutla dan tambang ilegal

Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar saat menggelar unjuk rasa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Darsil Yahya Dalam momentum refleksi dua tahun rezim Prabowo - Gibran, Rama juga menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di pulau Kalimantan dan setelah ada pembakaran hutan tumbuhlah sawit.
"Penyampaian bapak Kapolri ada oknum-oknum ataupun ada instansi yang kemudian bermain, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, itulah yang kemudian kami tuntut pada hari ini. Sehingga apa yang menjadi keresahan pada hari ini dapat didengar oleh pimpinan pusat Indonesia," jelasnya.
Selain itu, mereka juga menyoroti maraknya tambang ilegal yang terjadi di Indonesia. Rama mengatakan sesuai janji Prabowo - Gibran di tahun pertama menjabat, tambang-tambang tersebut seharusnya dihentikan.
"Tapi pada hari ini contohnya di Sulawesi Selatan, masih banyak tambang-tambang ilegal yang hadir, Inilah yang mengibatkan kerugian negara, kerugian kepada masyarakat dan kerugian kepada daerah," tuturnya.
3. Sejumlah aliansi mahasiswa demo dua tahun rezim Prabowo - Gibran

Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar menggelar unjuk rasa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Darsil Yahya Olehnya itu, di sisa periode pemerintahan Prabowo - Gibran, mahasiswa Unismuh Makassar berharap sektor pendidikan dan kesejahteran bagi rakyat miskin lebih diprioritaskan.
"Sehingga pemerintah mampu untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," tandasnya.
Aksi demo peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo - Gibran tak hanya dilakukan oleh Aliansi Unismuh Satu, tapi juga beberapa element mahasiswa, seperti Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang menggelar aksi di pertigaan Jln AP. Pettarani - Hertasning dan Komite Rakyat Demokratik (Komrad) di Fly Over Makassar.





















