Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Munafri Perintahkan Camat-Lurah Aktif Redam Tawuran di Makassar

Kota Makassar
4 min read
Munafri Perintahkan Camat-Lurah Aktif Redam Tawuran di Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat koordinasi bersama camat, lurah, dan unsur TNI-Polri untuk membahas upaya pencegahan tawuran antarkelompok di Makassar, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta camat dan lurah aktif turun ke masyarakat, memetakan wilayah rawan, serta mencari akar konflik setelah tawuran kembali terjadi.
  • Pemkot menekankan pencegahan tawuran tidak hanya dibebankan kepada TNI-Polri; seluruh wilayah diminta waspada dan warga diimbau tidak mudah terprovokasi menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
  • Pemerintah kota, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat akan memperkuat komunikasi, menetapkan penanggung jawab pemantauan, menyusun program pencegahan, serta menindak pihak yang diduga terlibat sesuai hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh camat dan lurah turun langsung ke masyarakat untuk meredam tawuran antarkelompok yang kembali marak di Kota Makassar. Dia juga meminta pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri untuk mencegah bentrokan susulan.

Permintaan tersebut disampaikan Munafri saat menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat dan lurah serta unsur TNI-Polri di Makassar, Selasa (20/10/2026). Rapat itu digelar mendadak karena meningkatnya urgensi penanganan konflik antarkelompok warga. Baru-baru ini, terjadi kasus tawuran di Jalan Abubakar Lambogo, Jumat (16/10/2026) pagi.

Munafri mengatakan penanganan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian dan TNI. Pemkot melalui camat dan lurah juga harus mengambil peran aktif untuk menjaga keamanan dan mencari akar persoalan yang memicu konflik.

"Di wilayah yang terjadi konflik, tolong lurah-lurahnya harus lebih intens turun ke tengah-tengah masyarakat, karena kondisi ini adalah kondisi yang harus diselesaikan dengan baik, kondisi ini harus diselesaikan dengan mencari akar masalah," kata Munafri.

  1. 1. Camat dan lurah diminta petakan wilayah rawan konflik

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi pencegahan tawuran bersama camat, lurah, TNI, dan Polri.
    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat koordinasi bersama camat, lurah, dan unsur TNI-Polri untuk membahas upaya pencegahan tawuran antarkelompok di Makassar, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Munafri meminta para lurah lebih aktif memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Menurutnya, pemahaman terhadap situasi di lapangan dapat membantu pemerintah mengantisipasi potensi konflik sebelum berkembang menjadi tawuran.

    Dia juga mengingatkan camat dan lurah agar tidak hanya berfokus pada wilayah yang sudah mengalami bentrokan. Seluruh wilayah di Makassar harus tetap waspada untuk mencegah konflik serupa meluas.

    "Jangan menganggap kalau di daerah saya tidak terjadi, sehingga tidak usah terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, menjaga kemungkinan-kemungkinan itu bisa menular ke tempat bapak-bapak yang mungkin sekarang ini belum sampai," katanya.

    Munafri menegaskan penyelesaian konflik tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab lurah di lokasi kejadian. Camat dan lurah dari wilayah lain juga perlu terlibat membantu upaya pencegahan.

    Menurutnya, Pemkot perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat. Koordinasi tersebut diperlukan agar penanganan konflik berjalan secara terpadu.

  2. 2. Munafri minta warga tidak mudah terprovokasi

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan wawancara kepada awak media di Balai Kota Makassar pada Senin, 6 April 2026.
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin diwawancarai di Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Munafri menilai tawuran antarkelompok terkadang bermula dari persoalan kecil yang kemudian membesar karena provokasi dan berujung pada kekerasan. Bahkan, konflik yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan korban jiwa.

    Karena itu, dia meminta masyarakat tidak mudah terpancing untuk menyelesaikan persoalan melalui kekerasan. Pemkot juga akan mendorong kegiatan pemberdayaan agar masyarakat memiliki aktivitas yang lebih positif.

    "Jangan setiap perkelahian ini begitu gampang tersulut, begitu gampang karena faktor hal-hal yang tidak dipikirkan secara matang akhirnya diselesaikan dengan cara kekerasan," katanya.

    Dia menegaskan pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Upaya tersebut tidak boleh hanya berfokus pada penanganan setelah bentrokan terjadi.

  3. 3. Pemkot perkuat koordinasi dengan TNI-Polri

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Balai Kota Makassar.
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Dalam rapat tersebut, Munafri turut mengundang perwakilan kepolisian dan TNI untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan di Kota Makassar. Dia berharap setiap wilayah memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang dapat membantu memastikan perkembangan situasi keamanan di lapangan terpantau dengan baik.

    Munafri mengatakan kerja sama antara pemerintah kota, TNI, dan Polri sebelumnya telah membantu meredam sejumlah konflik di Makassar. Kolaborasi tersebut perlu diperkuat agar tawuran tidak terus berulang.

    "Tidak mungkin bisa kita selesaikan kalau kita bekerja secara parsial," katanya.

  4. 4. Camat dan lurah diminta perkuat komunikasi

    Kolonel Kav Ino Dwi Satyo Darmawan berbicara dalam rapat koordinasi pencegahan tawuran antarkelompok di Makassar.
    Kolonel Kav. Ino Dwi Satyo Darmawan saat berbicara dalam rapat koordinasi bersama Wali Kota Makassar, camat, dan lurah untuk membahas upaya pencegahan tawuran antarkelompok di Makassar, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Dalam rapat tersebut, Dandim 1408/Makassar , Kolonel Kav. Ino Dwi Satyo Darmawan menilai penguatan komunikasi di tingkat kelurahan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga stabilitas keamanan Kota Makassar. Menurutnya, koordinasi dari tingkat bawah dapat membantu mengidentifikasi dan menangani persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

    Dia meminta camat dan lurah menyusun program konkret untuk mencegah tawuran. Mereka juga diminta melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh di wilayah masing-masing.

    "Saya lihat sudah bagus terjalin komunikasi kita, namun dengan maraknya eh perkelahian antar kampung belakangan ini berarti kita harus tingkatkan lagi," katanya.

    Ino menegaskan TNI siap berkolaborasi dengan pemerintah kota dan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif. Dia juga meminta aparat bersama pemerintah setempat menindaklanjuti pihak-pihak yang diduga berada di balik tawuran melalui proses hukum.

    "Kami beserta Babinsa, Bhabinkamtibmas siap satu kali, tujuh kali 24 jam," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More