Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelemahan Rupiah Tekan Pariwisata Sulsel, Harga Tiket Pesawat Melonjak

Pelemahan Rupiah Tekan Pariwisata Sulsel, Harga Tiket Pesawat Melonjak
Ilustrasi Pariwisata (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Pelemahan rupiah membuat harga tiket pesawat naik, menekan minat wisatawan domestik namun memberi keuntungan bagi wisatawan asing karena biaya di Indonesia jadi lebih murah.
  • Pengurangan frekuensi penerbangan oleh maskapai seperti AirAsia berdampak pada penurunan lama kunjungan dan jumlah wisatawan ke Makassar serta daerah lain di Sulawesi Selatan.
  • Sektor MICE tetap menjadi andalan Makassar untuk menjaga perputaran ekonomi, dengan harapan pemerintah terus mendukung promosi wisata dan stabilitas harga komponen perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi tekanan terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan. Dampak paling terasa terlihat pada kenaikan harga tiket pesawat yang menjadi komponen utama biaya perjalanan wisata.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Sulawesi Selatan, Didi L Manaba, mengatakan fluktuasi dolar sangat memengaruhi harga tiket penerbangan. Kondisi tersebut ikut memengaruhi keputusan wisatawan untuk bepergian.

"Dolar ini sangat terpengaruh dengan fluktuasi harga tiket pesawat. Jadi, komponen utama yang akan ditanyakan oleh wisatawan pada saat dia akan melakukan perjalanan adalah tiket pesawat," kata Didi, Minggu (24/5/2026).

1. Kenaikan tiket pesawat memengaruhi rencana perjalanan wisatawan

Ilustrasi tiket pesawat dan paspor (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Ilustrasi tiket pesawat dan paspor (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Menurut Didi, wisatawan yang telah merencanakan perjalanan jauh hari kemungkinan tetap berangkat. Namun bagi masyarakat yang baru ingin merencanakan perjalanan, kenaikan harga tiket bisa memicu penundaan.

"Sudah pasti ini sangat berpengaruh. Khususnya tiket pesawat yang menjadi komponen utama perjalanan," katanya. 

Didi menilai pelemahan rupiah turut memengaruhi pergerakan ekonomi masyarakat secara umum. Meski begitu, kondisi tersebut juga memberi dampak berbeda bagi wisatawan asing karena Indonesia menjadi lebih murah di mata mereka.

"Ada juga dampaknya menjadi dalam tanda kutip murah di mata wisatawan, misalnya Malaysia dengan menguatnya barangkali ringgit, mereka banyak ke Indonesia," katanya.

Selain faktor kurs, kondisi geopolitik global juga disebut ikut memengaruhi sektor perjalanan. Konflik di Timur Tengah dan berbagai regulasi perjalanan internasional dinilai memberi efek terhadap mobilitas wisatawan dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau kita bicara 5 bulan terakhir, ya termasuk juga regulasi yang terjadi baik secara internasional, nasional. Pergerakan itu juga termasuk wisata, ibadah, dan lain-lain," ucap Didi.

2. Pengurangan penerbangan mulai berdampak ke Sulsel

Ilustrasi penerbangan. IDN Times/Candra Irawan
Ilustrasi penerbangan. IDN Times/Candra Irawan

ASITA Sulsel menilai dampak pelemahan rupiah mulai terlihat pada kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan, meski belum terlalu signifikan. Menurut Didi, pengurangan frekuensi penerbangan maskapai ikut memengaruhi jumlah wisatawan yang masuk ke Makassar dan daerah lain di Sulsel.

"Airlines juga mengakumulasi atau mengurangi flight-nya. Ini kan semua tergantung dengan penerbangan yang masuk,"  katanya.

Didi mencontohkan AirAsia yang mengurangi jadwal penerbangan sehingga berdampak pada lama tinggal wisatawan di Makassar.

"Jadi yang tadinya dia mau turun 4 hari di Makassar, di Sulsel akhirnya jadi 3 hari. Ini yang berdampak," katanya. 

ASITA Sulsel khawatir kondisi tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun. Kenaikan harga tiket dan pengurangan penerbangan dinilai menjadi tantangan besar bagi sektor wisata dan perhotelan.

3. MICE disebut jadi andalan Makassar

Opening ceremony F8 di anjungan Pantai Losari Makassar, Rabu (23/8/2023). Dok. Humas Pemkot Makassar
Opening ceremony F8 di anjungan Pantai Losari Makassar, Rabu (23/8/2023). Dok. Humas Pemkot Makassar

Di tengah tekanan tersebut, sektor MICE atau meeting, incentive, convention, dan exhibition dinilai masih menjadi andalan Kota Makassar untuk menjaga perputaran ekonomi. Menurut Didi, kegiatan rapat, konferensi, dan acara nasional memberi dampak luas terhadap sektor perhotelan hingga ekonomi masyarakat kecil.

"Kalau meeting berjalan, ini dampaknya ke masyarakat ke bawah ini sangat luas. Ini sampai orang belanja di pasar, petani, nelayan, apa semua merasakan," katanya.

ASITA Sulsel berharap pemerintah terus menggencarkan promosi wisata dan mendukung industri biro perjalanan agar tetap kompetitif. Selain itu, pelaku usaha berharap harga komponen wisata lain seperti hotel, restoran, dan transportasi tidak ikut melonjak agar paket wisata tetap terjangkau.

Didi optimistis Sulawesi Selatan tetap menjadi tujuan wisata yang diminati karena memiliki kekayaan alam, budaya, wisata bahari, hingga kuliner.

"Sulsel ini kaya dengan alam, kaya dengan budaya, atraksi wisata dan lain-lain. Saya selalu optimis," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More