PDAM Makassar Jelaskan Proyeksi Cadangan Air Bersih Tersisa untuk 30 hari

- PDAM Makassar memastikan layanan air bersih tetap normal meski BPBD memperkirakan cadangan air hanya cukup untuk 30 hari jika kemarau ekstrem berlanjut.
- Sumber air baku PDAM berasal dari beberapa lokasi seperti Bendungan Bili-Bili, Bendung Lekopancing, dan Intake Manggala yang masih memiliki debit relatif stabil meski ada penurunan di beberapa titik.
- Sebagai langkah antisipasi kemarau, PDAM menyiapkan rekayasa distribusi, mobil tangki, serta koordinasi dengan BBWS, BMKG, dan BPBD agar pasokan air tetap terjaga dan informasi publik akurat.
Makassar, IDN Times - Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menegaskan pelayanan air bersih kepada pelanggan masih berjalan normal di tengah musim kemarau. Penjelasan itu disampaikan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar sebelumnya menyebut cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari apabila musim kemarau terus berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan pemerintah terus memantau kondisi sumber air baku. Menurutnya, apabila musim kemarau berkepanjangan, cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengatakan masyarakat tidak perlu menganggap proyeksi tersebut sebagai tanda terjadinya krisis air. Menurutnya, kondisi layanan air bersih di Kota Makassar saat ini masih berjalan normal.
1. Prediksi 30 hari merupakan skenario terburuk

Syahrum menjelaskan angka 30 hari merupakan proyeksi yang disusun sebagai bagian dari upaya mitigasi. Proyeksi tersebut menggambarkan kemungkinan terburuk apabila musim kemarau berlangsung ekstrem tanpa hujan.
"Angka 30 hari merupakan skenario kondisional apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu. Itu bukan gambaran kondisi produksi air hari ini," kata Syahrum dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, hingga saat ini distribusi air kepada pelanggan masih berjalan normal. PDAM juga terus memantau perkembangan debit air baku untuk memastikan pelayanan tetap terjaga.
"BPBD juga menyampaikan wilayah yang dilayani jaringan pipa PDAM saat ini masih dalam kondisi relatif aman," kata Syahrum.
2. Sumber air baku berasal dari beberapa lokasi

Syahrum menjelaskan sistem penyediaan air baku PDAM Makassar tidak bergantung pada satu sumber. Bendungan Bili-Bili yang memasok Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Somba Opu dan IPA 4 Maccini Sombala masih memiliki debit yang relatif stabil.
Sementara itu, Bendung Lekopancing menjadi sumber yang paling terdampak akibat penurunan debit selama musim kemarau. Adapun Intake Manggala di Moncongloe yang melayani IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang masih menyuplai sekitar 1.200 liter per detik meski dipengaruhi kondisi pasang surut.
"Penurunan debit di satu titik tidak serta-merta berarti krisis menyeluruh, namun tetap memerlukan langkah mitigasi di wilayah yang terdampak langsung," katanya.
Dia mengatakan keterbatasan interkoneksi antarinstalasi membuat penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Karena itu, setiap wilayah memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik sumber air bakunya.
3. PDAM siapkan rekayasa distribusi hingga mobil tangki

Untuk menghadapi musim kemarau, PDAM telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi rekayasa distribusi untuk mengoptimalkan pasokan ke wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air, menyiagakan armada mobil tangki, serta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar.
Syahrum juga menyampaikan informasi mengenai kondisi layanan akan terus diperbarui melalui kanal resmi PDAM. Upaya ini bertujuan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh kabar yang keliru.
"Kami memastikan pemantauan kondisi air baku dan status layanan pelanggan akan terus diperbarui melalui kanal resmi Perumda Air Minum Kota Makassar," katanya.
4. BMKG nilai langkah antisipasi sudah tepat

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menilai langkah antisipasi yang disiapkan PDAM sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
"Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," kata Nasrol.
Dia menjelaskan Makassar telah memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, suhu udara diperkirakan mencapai 34-36 derajat Celsius dengan curah hujan yang rendah.
Karena itu, Nasrol mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, menghindari pembakaran lahan, serta menjaga keamanan instalasi listrik di rumah. Dia juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan musim kemarau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.














![[BREAKING] Bupati Husniah Tiba-Tiba Tinggalkan Sidang Angket DPRD Gowa](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_e04396de43ef0f4f690e6cbafc0f76f4_3ca9d9fd-f8f5-4d90-a087-95e16267a0dc_watermarked_idntimes-1.jpeg)




