Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Jadi Ancaman, Pemkot Makassar Waspadai Kemarau Panjang

Kebakaran Jadi Ancaman, Pemkot Makassar Waspadai Kemarau Panjang
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai mengukuhkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Ancaman yang dihadapi tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga meningkatnya risiko kebakaran, gangguan kesehatan, hingga potensi kebakaran akibat instalasi listrik.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi menghadapi musim kemarau. Menurutnya, upaya itu penting untuk memitigasi berbagai dampak yang berpotensi muncul sejak dini.

"Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan bisa memitigasi ini lebih awal sehingga masyarakat tetap bisa terlayani dengan baik untuk menjaga baik kebutuhan maupun kebutuhan akan air, kebutuhan akan kesehatan," Selasa (14/7/2026).

1. Kemarau panjang harus diantisipasi bersama

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Munafri mengatakan perubahan iklim harus diantisipasi karena dapat memicu musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut berisiko mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap air bersih.

"Kalau kita melihat apa yang kondisi perubahan iklim hari ini, ini akan ada kemarau yang panjang atau apa La Nina El Nino dan inilah yang harus kita antisipasi," kata Munafri.

Menurut Munafri, penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat harus tetap terpenuhi selama musim kemarau. Karena itu, seluruh instansi, termasuk BPBD, PDAM, dan PLN, harus berkolaborasi untuk meminimalkan berbagai risiko yang dapat terjadi.

"Seluruh pihak harus bersama-sama membangun kolaborasi. BPBD, PDAM, PLN, semuanya harus membuka ruang bersama-sama bagaimana di musim panas yang panjang nanti kita bisa memitigasi risiko-risiko yang bisa terjadi," katanya. 

2. Kekeringan dapat diikuti kebakaran dan penyakit

Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Munafri menilai musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran akibat menurunnya ketersediaan air. Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai munculnya berbagai penyakit.

"Ketersediaan air mulai menurun sehingga kemungkinan besar banyak penyakit-penyakit menular yang bisa terjadi dan ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan bisa memitigasi ini lebih awal," katanya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Hal itu mencakup penyediaan layanan air bersih maupun pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

3. PLN diminta memastikan instalasi listrik aman

Ilustrasi PLN (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi PLN (IDN Times/Arief Rahmat)

Munafri juga meminta PLN meningkatkan pengawasan terhadap keamanan instalasi kelistrikan selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran akibat gangguan listrik di permukiman.

"Kita juga harus memaksimalkan teman-teman dari PLN untuk memastikan air, masyarakat memastikan sirkuit-sirkuit yang ada di rumah itu bisa dipastikan bahwa aman dari kebakaran dan kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan," katanya. 

Dia pun berharap kolaborasi lintas instansi semakin diperkuat dalam menghadapi musim kemarau. Dengan begitu, dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More