Menjaga Asa, GrabKios Bantu Keluarga Almarhum Dandi Bangkit

Makassar, IDN Times - Di sudut Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, sebuah kios mungil berwarna hijau tampak tak pernah sepi. Warga silih berganti datang, sekadar membeli pulsa, mengisi token listrik, atau melakukan top up dompet digital. Outlet GrabKios itu kini menjadi denyut ekonomi baru bagi sebuah keluarga yang sempat terpuruk oleh duka mendalam.
Kios sederhana itu bukan sekadar tempat usaha. Ia menjadi simbol harapan yang tumbuh dari kehilangan yang menyayat hati. Kios ini dihadirkan untuk keluarga Rusdamdiansyah yang akrab disapa Dandi, seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab yang meninggal setelah dikeroyok massa saat demonstrasi berujung kerusuhan di Kota Makassar pada 29 Agustus 2025. Kasusnya sempat menjadi perhatian publik.
1. Janji yang ditepati, bukan sekadar santunan

Di balik etalase kaca yang tertata rapi, Ibu Saerah, ibu almarhum Dandi, menyambut setiap pelanggan dengan senyum hangat. Perempuan yang kini berusia akhir 50 tahun itu mengelola kios bersama Putri, adik Dandi, dan suaminya, Reza. Ketiganya sigap melayani transaksi, sementara suara mesin pencetak struk terus berbunyi nyaring, menandai aktivitas ekonomi yang terus bergerak.
Kios ini merupakan wujud nyata dari janji yang ditepati oleh Grab Indonesia. Setelah tragedi itu, Grab tidak hanya memberikan santunan duka, tetapi juga menghadirkan solusi ekonomi berkelanjutan agar keluarga tetap bisa melanjutkan hidup secara mandiri. Sejak Desember 2025, GrabKios akhirnya terwujud di rumah keluarga Dandi, sesuai janji Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, ketika mengunjungi rumah duka pada September 2025 lalu.
Kini, kios itu telah menjadi pusat layanan digital bagi warga Perumahan Grand Sulawesi dan sekitarnya. Warga dapat memenuhi beragam kebutuhan transaksi sehari-hari tanpa harus keluar dari kawasan.
“Yang paling sering dicari itu topup dompet digital,” kata Ibu Saerah sambil memperlihatkan aplikasi GrabKios di ponsel operasionalnya.
Selain pengisian saldo dompet digital, kios itu juga melayani pembelian pulsa, paket data internet, serta pembayaran token listrik prabayar.
2. Didukung penuh, keluarga fokus menjalankan usaha

Tak hanya layanan digital, etalase yang disediakan Grab juga diisi berbagai produk fisik yang disediakan perusahaan. Mulai dari kartu perdana berbagai operator, voucher kuota internet, hingga aksesori ponsel seperti kabel data, charger, dan headset. Kelengkapan inilah yang perlahan membangun kemandirian ekonomi keluarga almarhum Dandi.
Reza menjelaskan bahwa operasional GrabKios sepenuhnya ditopang oleh fasilitas dan teknologi dari Grab. Keluarga hanya perlu fokus menjalankan usaha tanpa dibebani urusan teknis awal.
“Kami tinggal jalanin. Semuanya sudah disiapkan, mulai dari ponsel operasional untuk transaksi, printer bluetooth, etalase, sampai modal saldo awal lebih dari Rp6 juta. Saldo itu ada di aplikasi GrabKios, untuk melayani top up,” jelas Reza.
Lebih dari itu, pendampingan berkelanjutan membuat keluarga merasa tak sendiri. Setiap pekan, petugas GrabKios rutin datang mengecek stok, memperkenalkan fitur baru, hingga membantu strategi pemasaran agar usaha berjalan lancar.
“Grab tidak lepas tangan. Mereka terus memantau dan memastikan usaha ini benar-benar berjalan,” tambahnya.
3. Ruang bangkit dari duka dan komitmen jangka panjang Grab

Bagi Ibu Saerah, kesibukan di kios menjadi ruang untuk bangkit dari kehilangan anak yang menjadi tulang punggung keluarga. Omzet usaha yang kini mencapai sekitar Rp2 juta per bulan sangat berarti untuk menopang kebutuhan keluarga setelah kepergian Dandi.
“Alhamdulillah, sangat membantu ekonomi keluarga. Saya juga jadi punya aktivitas, jadi tidak terus-terusan larut dalam kesedihan,” ucap Saerah dengan sedikit terisak, mengenang kepergian putranya.
Kios kecil yang dulu hanya impian kini menjadi saksi bagaimana duka perlahan berganti asa, melalui aktivitas sederhana yang memberi arti besar bagi keberlanjutan hidup keluarga.
Grab menegaskan bahwa dukungan terhadap keluarga almarhum Dandi dirancang untuk jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat. Hal ini disampaikan Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy.
“Sesuai dengan janji kami sejak awal, Grab tidak hanya memberikan santunan kepada keluarga almarhum Rusdamdiansyah (Dandi) dan BPJS Kesehatan untuk anggota keluarga selama dua tahun, tetapi juga menghadirkan dukungan berkelanjutan melalui bantuan usaha produktif bersama GrabKios,” paparnya.
"Bantuan ini kami berikan agar dapat menjadi pijakan baru bagi keluarga untuk terus melanjutkan kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Bagi Grab, bentuk dukungan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan keluarga mitra tetap merasa didampingi dan memiliki harapan ke depan,” ujar Tirza.

















