Makassar, IDN Times - Isu penataan pedagang kaki lima (PKL) turut mengemuka dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/5/2026). Perwakilan pedagang menyuarakan penolakan terhadap penggusuran dan meminta penataan berlangsung tanpa menghilangkan ruang usaha masyarakat kecil.
Aspirasi ini muncul di tengah rangkaian penertiban PKL yang sebelumnya berlangsung di sejumlah titik di Makassar, seperti Jalan Poros Asrama Haji, Jalan Bandang, Mariso, hingga Tamalate. Penertiban tersebut umumnya menyasar lapak yang berdiri di atas trotoar, badan jalan, dan saluran drainase.
Seorang perwakilan pedagang perempuan menyampaikan penataan tetap dibutuhkan. Penataan tersebut harus berlangsung secara adil dan manusiawi.
"Bukan berarti kita harus menggusur. Tetapi penataan yang harus ditata. Penggusuran itu bukan solusi tapi mari kita tata," katanya saat berorasi.
