Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puluhan Lapak PKL di Jalan Bandang Makassar Dibongkar

Puluhan Lapak PKL di Jalan Bandang Makassar Dibongkar
Puluhan lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, sekitar SMKN 4 Makassar, dibongkar, Kamis (23/4/2026). IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Lebih dari 60 lapak PKL di Jalan Bandang Makassar dibongkar sebagai bagian dari penataan ruang publik, terutama karena lokasinya dekat fasilitas pendidikan.
  • Pemkot Makassar menurunkan sekitar 500 personel gabungan dan puluhan armada kebersihan untuk membersihkan sisa bongkaran serta merapikan area sekitar.
  • Pemerintah memastikan penataan kawasan akan berlanjut ke titik lain dengan pendekatan humanis yang menekankan komunikasi dan kesadaran masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar terus berlanjut. Kali ini, sekitar 60 lebih lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, tepat di sekitar SMKN 4 Makassar, telah dibongkar, Kamis (23/4/2026). 

Sisa bongkaran tersebut langsung dibersihkan. Aparat gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk merapikan lokasi dan mengangkut material yang masih tersisa.

Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Irwan Bangsawan, mengatakan hal ini merupakan bagian dari penataan ruang publik yang telah berlangsung di sejumlah titik sebelumnya. Lokasi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berada di sekitar fasilitas pendidikan dan dinilai mengganggu ketertiban.

"Lokasi ini di Jalan Bandang, berbatasan dengan SMKN 4 milik Pemerintah Sulawesi Selatan. Ini menjadi atensi bapak gubernur dan bapak wali kota," kata Irwan.

1. Dibongkar setelah melalui pendekatan

Petugas berseragam oranye dan kuning menggunakan truk merah untuk membongkar lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, Makassar.
Puluhan lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, sekitar SMKN 4 Makassar, dibongkar, Kamis (23/4/2026). IDN Times/Istimewa

Irwan menjelaskan pembongkaran lapak tidak berlangsung secara tiba-tiba. Pemkot telah memberikan teguran hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan persuasif selama kurang lebih dua minggu.

Hasilnya, para pedagang memilih membongkar lapaknya sendiri tanpa perintah langsung dari aparat.

"Setelah rapat ada pendekatan, mereka memahami dan membongkar sendiri. Dengan catatan bahwa kita data dulu mereka semua. Tanpa dikomando langsung, masyarakat sudah bisa memahami ini," katanya. 

2. Ratusan petugas diturunkan

Alat berat jenis backhoe mengangkut puing hasil pembongkaran lapak PKL di Jalan Bandang, Makassar, ke dalam truk merah besar.
Puluhan lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, sekitar SMKN 4 Makassar, dibongkar, Kamis (23/4/2026). IDN Times/Istimewa

Pemkot Makassar menurunkan sekitar 500 personel dalam operasi tersebut. Tim gabungan terdiri dari Satpol PP kota dan provinsi, TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Damkar, BPBD, hingga unsur kecamatan.

Selain itu, lima kecamatan terdekat juga dilibatkan untuk mendukung pembersihan dengan armada kebersihan. Sedikitnya 30 truk dan tiga alat berat digunakan untuk mengangkut sisa bongkaran dan membersihkan drainase di lokasi.

"Kegiatan hari ini sebenarnya bukan lagi penertiban tetapi sisa mengangkut sisa-sisa bongkaran yang sudah dibongkar sendiri oleh pemilik lapak," kata Camat Bontoala, Fatahullah. 

3. Penataan akan berlanjut

Alat berat berwarna kuning merobohkan bangunan lapak di kawasan Jalan Bandang, Makassar, dengan puing-puing berserakan di sekitarnya.
Puluhan lapak PKL di kawasan Jalan Bandang, sekitar SMKN 4 Makassar, dibongkar, Kamis (23/4/2026). IDN Times/Istimewa

Pemkot Makassar memastikan penataan kawasan tidak berhenti di Jalan Bandang. Sejumlah titik lain yang dinilai melanggar aturan akan menjadi sasaran berikutnya.

Irwan menegaskan pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama dalam setiap penertiban. Pendekatan tersebut mengedepankan komunikasi dan kesadaran masyarakat.

"Kita berharap di wilayah lain juga begitu, masyarakat bisa memahami. Karena ini untuk kepentingan Kota Makassar," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More