Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kota Palopo Catat Rekor Signifikan Berhasil Turunkan Angka Stunting

Kota Palopo Catat Rekor Signifikan Berhasil Turunkan Angka Stunting
Penyerahan secara simbolis PMT oleh Kepala BKKBN, Hasto kepada ibu hamil, bayi, dan balita di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (11/06/2024)/Istimewa
Intinya Sih
  • Kepala BKKBN RI, Hasto, kunjungi Kota Palopo dalam rangka Kick off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Nuri.
  • Kota Palopo berhasil menurunkan angka prevalensi stunting hingga 1,9 persen dengan gerakan Bapak Asuh anak Stunting (BAAS).
  • Dilakukan intervensi serentak penurunan stunting di Palopo yang menyasar sejumlah 12.537 balita di 154 Posyandu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto mengunjungi Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam rangka Kick off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Nuri, Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara utara.

Hasto mengatakan, kunjungan ke Kota Palopo ini merupakan yang pertama kali baginya. "Kota ini unik, tidak luas, penduduknya 190.000, dari ujung ke ujung setengah jam sudah tercapai. Namun, yang saya agak merinding ternyata jumlah perguruan tingginya lebih dari 15. Ini luar biasa," ujar Hasto, dalam keterangan persnya, Rabu (12/6/2024).

1. Apresiasi pada Kota Palopo

Kick off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Nuri, Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara utara/Istimewa
Kick off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Nuri, Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara utara/Istimewa

Dari kunjungan itu, Hasto menyampaikan apresiasi pada Kota Palopo yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting hingga 1,9 persen (menurut data EPPGBM). Angka tersebut mengalahkan kota-kota besar di pulau Jawa. "September 2023 kasus stuntingnya 228, setelah itu digerakkan dengan Bapak Asuh anak Stunting (BAAS). Ini luar biasa karena baru di Palopo ini semua anak stunting dibagi habis, semua TNI, POLRI, PNS, gotong-royong itu kekuatan yang besar," kata Hasto.

Sehingga, kota yang memiliki slogan 'Kota Idaman' tersebut, dalam waktu singkat dapat menurunkan angka stunting yang saat ini tinggal 78 kasus. Pada kesempatan tersebut, Hasto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota, Ketua TPPKK, Sekda, jajaran forkompinda, para kader, posyandu, para Tim Penggerak Keluarga, bidan, Penyuluh KB, PKK, Babinsa, Babinkamtibmas. "Semua ikut bergerak untuk membagi makanan untuk masyarakat risiko stunting," ucapnya.

2. Tidak sulit mencegah stunting

Ilustrasi balita (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi balita (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Menurut Hasto, tidak sulit untuk mencegah lahirnya stunting baru di Palopo. Dari jumlah 190.000 penduduk, menurut Pendataan Keluarga BKKBN, setiap tahun rata-rata ada sekitar 3.520 orang hamil. "Sehingga setiap bulannya kira-kira ada 250 lebih orang hamil, per harinya tidak sampai 10 kehamilan baru. Dari situ Tim Pendamping Keluarga bersiap mengukur panjang badan bayi baru lahir, kurang dari 48cm berarti risiko stunting (harus diintervensi)," Hasto menerangkan.

Dia juga menekankan pentingnya pre konsepsi terhadap para calon pengantin, "Periksa lingkar lengan, HB itu sangat murah sekali, 100 ribu semua sudah diperiksa," katanya.

"Untuk laki-laki, persiapannya 75 hari sebelum menikah, mengurangi rokok, mengurangi alkohol, karena keduanya bersifat toxic (bagi kualitas sperma). Harapan kami untuk mencegah stunting baru, itu yang harus dilakukan," jelas Hasto.

3. Berantas stunting di Palopo

Ilustrasi balita (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Ilustrasi balita (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Sementara itu, Pj Wali Kota Palopo, Asrul Sani, menyebutkan jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Palopo sebanyak 6.178 keluarga, sudah intervensi, dilakukan pendampingan oleh TPK 4.348 keluarga.

"Di kota kami bahkan sudah ada 12 kelurahan yang zero stunting, ini berkat kolaborasi kerjasama baik itu unsur forkompinda, unsur pemda, perguruan tinggi, instansi swasta. Karena ini menyangkut masa depannya bangsa kita," kata Asrul.

Sekda Palopo, Firmanza DP, melaporkan bahwa intervensi serentak penurunan stunting di Palopo, menyasar sejumlah 12.537 balita, yang dijadwalkan pada 1-25 Juni 2024 di 154 Posyandu. Diketahui, sampai tanggal 8 Juni 2024, kegiatan ini telah dilaksanakan di 41 posyandu pada 2.804 anak (22,3 persen).

"Telah dilaksanakan pendataan ibu hamil, calon pengantin, dan balita. Selain itu juga dilakukan pendampingan dan layanan kesehatan terhadap ibu hamil, catin, dan balita di Posyandu," ujar Firmanza.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More