Hari Pertama Pilah Sampah, Muncul Keluhan Sampah Organik Tak Diangkut

- Hari pertama wajib pilah sampah di Makassar memicu keluhan warga karena sampah organik yang sudah dipisahkan dilaporkan tidak diangkut, berisiko menimbulkan bau.
- Di sejumlah wilayah, pengangkutan tetap berjalan: sampah basah diangkut petugas, sementara sampah kering disalurkan melalui RT ke bank sampah.
- DLH Makassar menegaskan sampah terpilah tetap diangkut dan menyiapkan armada khusus organik bertahap; selama transisi, kecamatan diminta memakai wadah terpisah pada motor roda tiga.
Makassar, IDN Times - Hari pertama penerapan kebijakan wajib memilah sampah dari sumber di Kota Makassar diwarnai keluhan dari sejumlah warga. Mereka mengaku sampah organik atau sampah basah yang telah dipilah tidak diangkut oleh petugas.
Keluhan warga ramai beredar melalui video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo pada Sabtu (1/8/2026). Dalam video tersebut, beberapa ibu rumah tangga mempertanyakan mengapa sampah organik yang telah dipilah justru ditinggalkan petugas.
"Kalau satu hari saja sampahku tidak diangkut itu sudah jadi busuk. Katanya mau diolah menjadi pupuk, memangnya kita penanam? Memangnya kita petani?" kata salah seorang warga dalam video tersebut.
1. Warga minta mekanisme pengangkutan diperjelas

Warga mengaku telah mengikuti imbauan pemerintah dengan memilah sampah sejak dari rumah. Namun, mereka mempertanyakan mekanisme pengangkutan sampah, terutama untuk sampah organik yang disebut tidak diangkut petugas.
"Sudah dipilah sesuai imbauan, tetapi sampah organik atau sampah basah justru tidak diangkut. Banyak warga bertanya, kalau sudah mengikuti aturan dengan memilah sampah, mengapa sampah organik tetap ditinggalkan?" demikian isi keterangan unggahan tersebut.
Unggahan tersebut menyoroti bahwa tidak semua rumah memiliki lahan atau fasilitas untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Jika sampah organik tidak diangkut, maka kondisinya dikhawatirkan menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan.
Warga pun berharap pemerintah memberikan solusi yang jelas terkait mekanisme pengangkutan sampah organik. Mereka juga meminta penyediaan fasilitas pengelolaan yang memadai agar kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa membebani masyarakat.
2. Di sejumlah wilayah sampah tetap diangkut seperti biasa

Sementara itu, pantauan IDN Times di Jalan Meranti, Makassar, Sabtu (1/8), menunjukkan truk pengangkut sampah tetap beroperasi seperti biasa. Sampah yang telah diletakkan warga di depan rumah tetap diangkut oleh petugas.
Hal serupa disampaikan Nurul, seorang warga di Jalan Racing Sinrijala. Dia mengatakan sampah basah masih diangkut hari ini, sedangkan sampah kering diserahkan kepada Ketua RT untuk kemudian dibawa ke bank sampah.
"Sampah diangkut seperti biasanya, termasuk sampah basah. Kalau sampah kering diberikan kepada Pak RT, katanya Pak RT yang bawa langsung ke bank sampah," katanya.
Menurutnya, mekanisme tersebut sudah diterapkan sekitar satu bulan terakhir. Penerapannya bahkan dimulai sebelum kebijakan wajib pilah sampah resmi diberlakukan.
"Tapi itu sebagai edukasi. Saya juga tahu tentang program pilah sampah ini dari Pak RT. Kalau sekarang sudah diminta pilah sampah sendiri, biar petugas yang langsung angkut sampahnya," kata Nurul.
3. DLH sebut sampah yang sudah dipilah tetap diangkut

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Helmy Budiman menegaskan masyarakat saat ini memang diwajibkan memilah sampah sejak dari rumah. Namun, sampah yang telah dipilah tetap akan diangkut oleh petugas.
"Tadi sudah di sampaikan Pak Wali seluruh camat agar memberikan edukasi ke warga. Untuk diwajibkan masyarakat memilah sampah mulai dari rumah," kata Helmy kepada IDN Times.
Dia menjelaskan fokus pemerintah saat ini masih pada pembiasaan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Setelah itu, sistem pengolahan sampah akan diterapkan secara bertahap.
"Untuk saat ini pengolahan menjadi tahap selanjutnya. Jadi kalau masyarakat sudah memilah akan diangkut sampahnya," kata Helmy.
4. Pemkot siapkan armada khusus sampah organik

Helmy mengatakan Pemkot Makassar akan menyiapkan armada khusus untuk pengangkutan sampah organik. Menurutnya, penyediaan armada tersebut akan berlangsung secara bertahap.
Selama masa transisi, Pemkot meminta setiap kecamatan menggunakan wadah terpisah, seperti ember sampah organik yang ditempatkan di atas motor roda tiga. Upaya ini bertujuan agar sampah organik, anorganik, dan residu tetap terpisah sejak dari sumber.
"Iya, akan ada armada yang dikhususkan. Tapi solusi sementara kita meminta pihak kecamatan, menggunakan wadah terpisah seperti ember sampah organik yang nantinya ditempatkan di atas motor roda tiga," katanya.
Menurut Helmy, upaya tersebut bertujuan memastikan sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu sudah terpilah sejak dari sumber. Dengan begitu, sistem pemilahan sampah dapat berjalan sembari pemerintah melengkapi infrastruktur pendukung di setiap wilayah.
















