Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BKKBN Konsolidasi Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024

BKKBN Konsolidasi Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024
Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel
Intinya Sih
  • BKKBN menggelar konsolidasi intervensi serentak pencegahan stunting untuk Regional III di Kota Makassar, Senin (27/5/2024).
  • Tujuan intervensi adalah menurunkan stunting di Indonesia menjadi 14 persen dan melakukan pengukuran ulang angka stunting berdasarkan SKI.
  • Setiap daerah harus mempersiapkan alat ukur, melatih kader, dan memastikan cakupan kehadiran di puskesmas jelang pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Juni 2024.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan konsolidasi intervensi serentak pencegahan stunting untuk Regional III yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, di Kota Makassar, Senin (27/5/2024).

Konsolidasi digelar sebagai persiapan gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 pada Juni mendatang. "Regional I itu di Batam wilayah Sumatera, Regional II itu di Surabaya itu wilayah Jawa, Bali, NTT, NTB dan Kalimantan dan yang terakhir Regional III wilayah Sulawesi Maluku dan Papua," kata Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto, Senin.

1. Tujuan intevernsi serentak

Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel
Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel

Ada dua tujuan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024, menurut Tavip. Pertama, memastikan penurunan stunting di Indonesia mencapai target yaitu 14 persen.

"Yang pertama itu akselerasi jangka pendek, karena janjinya di bulan Oktober itu adalah 14 persen, padahal berdasarkan data SKI itu 21,5 persen, berarti untuk mampu menuju ke sana itu kan kita harus menurunkan 7,5 persen per tahun," sebutnya.

Kemudian kedua, adalah mengakurasi angka stunting di Tanah Air yang sebelumnya diukur berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI). Pengukuran ulang itu perlu dilakukan lantaran sejumlah kepala daerah protes karena adanya perbedaan data antara data Elektronik Pencatatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dan SKI.

"Yang kedua adalah pengukuran ulang karena sejumlah kepala daerah protes karena adanya perbedaan data antara EPPGBM dan SKI. Solusinya yang dianggap jalan tengah adalah melakukan pengukuran ulang," jelasnya.

2. Tiap daerah harus siapkan tiga hal

BKKBN menggelar konsolidasi persiapan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel
BKKBN menggelar konsolidasi persiapan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel

Setiap daerah setidaknya harus mempersiapkan tiga hal jelang pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Juni 2024 mendatang. Pertama, kata Tavip, yaitu mengecek ketersediaan alat ukur atau antorpometri di setiap Posyandu.

"Kedua, melatih kadernya agar diakui, Karena kalau kadernya tidak terlatih dan ngukurnya salah, nanti tidak diakui hasilnya. Ketiga, memastikan cakupan kehadiran di puskesmas agar bisa dipakai itu harus di atas 90 persen, kalau di bawah 90 persen agar bisa diakui," Tavip menerangkan.

3. Pemprov Sulsel siap melaksanakan intervensi serentak

Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakhrulloh, Senin (27/5/2024)/Istimewa
Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakhrulloh, Senin (27/5/2024)/Istimewa

Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakhrulloh memastikan bahwa pihaknya telah siap untuk menyambut kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 yang akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia termasuk Sulawesi Selatan.

"Ini nanti ada intervensi secara nasional di bulan Juni. Jadi ini persiapan diawali di Sulawesi Selatan. Presiden dan Wapres memiliki komitmen yang tinggi untuk menurunkan stunting," kata Zudan

Zudan menjelaskan bahwa pihaknya juga akan menyiapkan langkah strategis untuk menekan angka stunting di Sulsel. Salah satunya adalah menggelar pertemuan rutin dengan stakeholder terkait.

"Kita akan melakukan langkah strategis. Kita dengan 24 kabupaten kita akan rutin berkoordinasi tiap 2 Minggu sekali," jelas Zudan.

Selain itu Zudan juga menjelaskan untuk menangani stunting, pencegahan perlu diutamakan. Ia pun menyebut langkah-langkah pencegahan dilakukan sejak sebelum calon pengantin menikah dan memutuskan untuk mempunyai anak.

"Diawali dari pendataan ibu bapak yang menikah, kemudian ibu hamil itu didata dari awal sehingga bisa diberikan pencegahan agar tidak terjadi stunting dengan cara ibu bapak yang mau menikah sehat dan ibu yang hamil sehat. Kemudian semua bayi harus ditimbang dan diukur setiap bulan agar bisa diketahui pertumbuhannya. Ini akan menjadi langkah yang efektif," jelasnya.

4. BKKBN Sulsel matangkan persiapan

BKKBN menggelar konsolidasi persiapan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel
BKKBN menggelar konsolidasi persiapan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 di Makassar, Senin (27/5/2024)/Humas BKKBN Sulsel

Terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin memastikan pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024.

"Kita sudah melakukan berbagai persiapan sesuai dengan arahan dari BKKBN pusat," ucapnya singkat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More