KNKT Mulai Investigasi Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

- CVR dan FDR jadi sumber data utamaSoerjanto menjelaskan CVR merekam seluruh komunikasi di dalam kokpit, termasuk interaksi antar pilot, komunikasi dengan pengawas lalu lintas udara (ATC), dan suara di dalam kabin pesawat. Sementara FDR menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan.
- Hasilnya berupa laporan investigasi dan rekomendasi keselamatanKNKT menegaskan bahwa hasil akhir investigasi akan dituangkan dalam laporan resmi yang mencakup analisis kronologi kecelakaan dan rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi udara.
- Rekomendasi bisa dikeluarkan lebih cepat
KNKT membuka kemungkinan untuk mengeluarkan rekomendasi
Makassar, IDN Times - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, akan langsung dilaksanakan untuk mengungkap seluruh kronologi penerbangan setelah menerima black box dari Basarnas pada Kamis (22/1/2026). Tujuan dari investigasi ini adalah memperoleh lesson learned agar kecelakaan serupa tidak terjadi di masa mendatang.
Ketua KNKT, Ir. Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa proses investigasi dijalankan secara menyeluruh dan berbasis data. Temuan black box pesawat, yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), menjadi salah satu sumber utama informasi untuk menganalisis kronologi penerbangan dan faktor penyebab kecelakaan.
"Jadi kenapa ada ide black box ini? Kita sebagai manusia ingin belajar dari kejadian. Jadi ada lesson learned yang tujuannya adalah agar kecelakaan yang sejenis atau serupa di kemudian hari tidak terjadi kembali," kata Soerjanto.
1. CVR dan FDR jadi sumber data utama

Soerjanto mengungkapkan CVR merekam seluruh komunikasi di dalam kokpit, termasuk interaksi antar pilot, komunikasi dengan pengawas lalu lintas udara (ATC), dan suara di dalam kabin pesawat. Sementara FDR menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan, mulai dari ketinggian, kecepatan, hingga kondisi teknis mesin.
"Jadi segala macam suara yang ada di dalam kokpit juga akan terekam. Dan apa pun pembicaraan antara pilot juga akan terekam. Nah itu juga menjadi satu bahan untuk investigasi," kata Soerjanto.
2. Hasilnya berupa laporan investigasi dan rekomendasi keselamatan

KNKT menegaskan bahwa hasil akhir investigasi akan dituangkan dalam laporan resmi yang mencakup analisis kronologi kecelakaan dan rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi udara. Proses ini dijalankan secara sistematis dan tidak terburu-buru, dengan fokus pada keakuratan dan ketelitian data.
"Jadi sekali lagi bahwa dengan ditemukannya black box ini penyebab apa yang terjadi kecelakaan ini bisa kita ungkap dengan lebih tepat. Kita tidak berdasarkan kira-kira tapi benar-benar berdasarkan data yang bisa kita pegang keakuratannya," katanya Soerjanto.
3. Rekomendasi bisa dikeluarkan lebih cepat

Selain itu, Soerjanto menyampaikan bahwa KNKT membuka kemungkinan untuk mengeluarkan rekomendasi segera bila ditemukan risiko operasional yang mendesak. Artinya, langkah keselamatan tidak harus menunggu laporan investigasi akhir jika keselamatan penerbangan terancam.
"Bila kita pandang perlu bahwa saat ini memang ada hasil yang masih ada di dalam operasional penerbangan kami akan mengeluarkan rekomendasi segera. Kalau memang dipandang perlu, KNKT akan menerbitkan rekomendasi segera," kata Soerjanto.

















