Jenazah Florencia Wibisono Tiba di Sulut, Disambut Tangis

- Jenazah Florencia tiba di Sulut, disambut keluarga besar dan ibadah singkat.
- Jenazah akan dimakamkan besok siang setelah serangkaian ibadah pelepasan.
- Keluarga bersyukur semua korban ditemukan dan mengungkap sosok Florencia yang menyayangi keluarganya.
Manado, IDN Times - Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan, Florencia Wibisono, tiba di Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA Jenazahnya dijemput keluarga besar di Terminal Kargo Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Setibanya di bandara, keluarga besar sempat mengadakan ibadah singkat. Ibadah tersebut diwarnai tangis keluarga, kerabat, hingga teman.
Kakak kandung dan ipar Florencia, Natasya Wibisono dan Felix Agoes, serta kedua anaknya ikut menjemput jenazah. Mereka tampak lebih tegar dibanding keluarga besar yang menyambut jenazah dengan tangisan dan teriakan.
"Ini langsung dibawa ke rumah di Kelurahan Taler, Minahasa, untuk mengikuti serangkaian ibadah," ujar Natasya.
1. Dimakamkan besok siang

Setibanya di rumah, jenazah Florencia disambut ibadah. Kemudian nanti malam juga akan ibadah penghiburan bagi keluarga.
Sabtu (24/1/2026) siang, jenazah akan mengikuti ibadah pelepasan sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga. Natasya berharap serangkaian ibadah ini dimanfaatkan keluarga hingga teman untuk melihat perempuan yang akrab disapa Olen ini.
"Besok pukul 12.00 WITA akan ada ibadah pelepasan sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa," tambah Florencia.
2. Bersyukur jenazah semua korban sudah ditemukan

Kakak ipar Florencia sekaligus suami Natasya, Felix Agoes, kembali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut ambil bagian dalam proses pencarian para korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Mereka turut bersyukur jenazah semua korban berhasil ditemukan hari ini.
Usaha tim gabungan dianggap tak sia-sia hingga akhirnya semua korban terkumpul. Mereka berharap keluarga lain bisa segera membawa pulang para korban sehingga dimakamkan dengan layak.
"Saya rasa ini doa kita sama-sama satu bangsa sampai akhirnya bisa ketemu semua. Dan berharap bisa dievakuasi segera," tutur Felix.
3. Sosok Florencia di mata sang kakak

Natasya menyebut Florencia adalah sosok yang sangat menyayangi keluarganya. Ia selalu membantu dan berusaha ada ketika keluarga membutuhkan.
"Walaupun saya lihat dia sering memaksakan (diri) ya. Tapi dia selalu mendahulukan orang lain," kata Natasya.
Selain itu, Natasya juga merupakan pribadi yang pintar. Hal itu dibuktikan dengan statusnya yang pernah menjadi instruktur terbaik di Lion Air Group.

















