Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DVI Identifikasi Jenazah Deden Maulana Korban Pesawat ATR 42-500

Peti jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 bernama Deden Maulana, saat diserahkan tim DVI Polri kepada pihak keluarga, di Makassar, Rabu malam (21/1/2026). (Dok. IDN Times)
Peti jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 bernama Deden Maulana, saat diserahkan tim DVI Polri kepada pihak keluarga, di Makassar, Rabu malam (21/1/2026). (Dok. IDN Times)

Makassar, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polri kembali mengidentifikasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung. Korban diketahui sebagai pria bernama Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang merupakan salah satu penumpang pesawat.

Pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 22.05 WITA, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Pada peti jenazah dipasangi label identitas bertuliskan nama Deden Maulana dengan nomor post mortem PM 62.B.02.

Jenazah Deden diterima langsung oleh keluarganya. Usai prosesi, keluarga memilih untuk segera membawa jenazah ke Bandara Sultan Hasanuddin guna proses pemulangan ke daerah asal.

Belum ada keterangan dari otoritas terkait kepada wartawan soal hasil identifikasi. Demikian juga dengan keluarga Deden saat prosesi serah terima jenazah.

Pesawat nomor penerbangan PK-THT milik Indonesia Air Transport ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, usai dilaporkan hilang kontak dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Sejauh ini baru tiga korban ditemukan, dua telah teridentifikasi.

1. Dua korban telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga

IMG-20260121-WA0159.jpg
Tim DVI Polda Sulsel menyerahkan jenazah Florencia Lolita Wibisono kepada keluarga di Biddokes Polda Sulsel, Makassar, Rabu (21/1/2026). (IDN Times/Istimewa)

Deden Maulana merupakan korban kedua yang telah diidentifikasi. Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel telah mengidentifikasi satu korban lain kecelakaan pesawat ATR 42-500, yakni Florencia Lolita Wibisono (33). Jenazah Florencia juga telah diserahkan kepada keluarga pada Rabu (21/1/2026) siang di Biddokkes Polda Sulsel dan diterbangkan ke Jakarta sesuai permintaan keluarga.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi dr. Muhammad Haris, menegaskan bahwa proses identifikasi korban berlangsung secara cermat dan bertahap. Tim DVI mengutamakan ketepatan hasil pemeriksaan dibandingkan kecepatan agar tidak terjadi kesalahan dalam penetapan identitas.

"Kita tidak membutuhkan kecepatan, tapi membutuhkan ketepatan karena ini adalah suatu keadaan yang harus pasti karena kita harus pastikan jenazah ini adalah korban ini," kata Haris dalam konferensi pers.

2. Metode identifikasi primer dan sekunder

IMG_20260121_101130.jpg
Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr Nyoman Eddy memberikan keterangan kepada media di Biddokes Polda Sulsel, Makassar, Selasa (20/1/2026), terkait proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Dalam proses identifikasi korban, tim DVI menerapkan dua pendekatan utama yang saling melengkapi. Pendekatan tersebut meliputi metode primer dan metode sekunder yang digunakan sesuai kondisi jenazah dan kelengkapan data pendukung.

Metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, serta DNA. Pemeriksaan DNA ditempatkan sebagai opsi terakhir karena membutuhkan waktu lebih panjang dalam proses analisis.

Sementara itu, metode sekunder dijalankan dengan mencocokkan berbagai data pendukung yang melekat pada korban. Pemeriksaan meliputi catatan medis, properti dan pakaian yang digunakan, hingga ciri personal seperti cincin kawin atau tanda khusus lainnya.

"Untuk primer cukup satu saja itu sudah bisa ditentukan identitas korban yaitu mulai dari sidik jari, profil gigi, seandainya susah mendapatkan sidik jari dan sudah profil gigi, dilakukan pemeriksaan DNA. Inilah yang memerlukan waktu yang cukup," kata Haris.

3. Medan ekstrem dan cuaca jadi tantangan evakuasi

im SAR gabungan mengantre untuk menuruni lereng gunung saat pencarian korban pesawat ATR 42-500 pada hari kelima di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
im SAR gabungan mengantre untuk menuruni lereng gunung saat pencarian korban pesawat ATR 42-500 pada hari kelima di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Evakuasi jenazah Deden Maulana sempat menghadapi tantangan berat akibat kondisi medan yang ekstrem dan cuaca tidak mendukung. Jenazahnya sempat tertahan di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi Rabu (21/1/2026) pagi.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan lokasi jatuh pesawat berada di jurang sedalam 250 meter dengan tebing hampir 90 derajat. Kondisi ini membuat upaya pengangkatan awal menggunakan tali dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan petugas SAR.

"Jadi kemarin siang yang bersatu sudah kita geser. Jadi korban ini yang jatuh berada di kedalam jurang 250 meter pada hari kedua tanggal 18 Januari ditemukan pukul 13.32," kata Yudhi saat konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Untuk memudahkan proses evakuasi, modifikasi cuaca pun dilaksanakan oleh BMKG. Setelah kondisi cuaca membaik pada Rabu pagi hari ini, helikopter Basarnas AL 3601 dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah Deden. Evakuasi udara mempersingkat perjalanan yang sebelumnya membutuhkan 7-8 jam via jalur darat menjadi hanya 30 menit menuju Lanud Hasanuddin.

"Alhamdulillah cuaca mendukung. Akhirnya kami kerahkan helikopter dari Basarnas AL 3601 untuk menuju ke Dusun Lampesu tadi Kabupaten Maros, pada pukul 07.32. Kemudian, berhasil dievakuasi dan sampai ke Lanud Hasanuddin pada pukul 08.13, kemudian diserahkan ke Dokkep Polda Sulsel pada pukul 08.55," kata Yudhi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

DVI Identifikasi Jenazah Deden Maulana Korban Pesawat ATR 42-500

21 Jan 2026, 23:52 WIBNews