Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bungkusan Mirip Mayat Bayi Berkafan Bikin Heboh Warga Tamalate Makassar

Bungkusan Mirip Mayat Bayi Berkafan Bikin Heboh Warga Tamalate Makassar
Warga Jl Bonto Cani Makassar heboh dengan bungkusan serupa bayi berkafan, Jumat (2/9/2022). (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Share Article

Makassar, IDN Times - Warga Jalan Bonto Cani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), heboh dengan penemuan sebuah bungkusan yang isinya menyerupai jenazah bayi berkafan, Jumat petang (2/9/2022).

Daeng Sakka, warga sekitar yang pertama menemukan bungkusan tersebut. Saat itu, Sakka baru saja pulang dari masjid dekat lokasi, setelah menunaikan Salat Asar.

"Saya biasa memang kalau pulang salat selalu periksa drainase memastikan tidak ada sampah, tapi saya lihat bungkusan itu di drainase," katanya kepada wartawan.

1. Bungkusan dalam drainase Perumahan Pegawai Pajak

Polisi identifikasi bungkusan mirip mayat berkafan yang ditemukan warga dalam drainase di Jl Bonto Cani, Makassar, Jumat (2/9/2022). (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Polisi identifikasi bungkusan mirip mayat berkafan yang ditemukan warga dalam drainase di Jl Bonto Cani, Makassar, Jumat (2/9/2022). (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Bungkusan itu ditemukan warga sekitar pukul 16.10 Wita, tepatnya di dalam got drainase halaman Perumahan Pegawai Pajak, Jalan Bonto Cani, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Sakka awalnya mengira bungkusan kain tersebut hanyalah sampah yang nanti akan memyumbat drainase. Dia pun kembali ke rumahnya untuk mengambil cangkul.

"Awalnya saya pakai ranting kayu untuk mengambil bungkusannya tapi agak sulit karena berat, jadi saya pulang dulu ambil cangkul baru bisa naik itu," jelas Sakka.

2. Bungkusan berkafan kain batik punya empat ikatan

Polisi membuka bungkusan temuan kain kafan di samping rumah warga. IDN Times/Zainul Arifin
Polisi membuka bungkusan temuan kain kafan di samping rumah warga. IDN Times/Zainul Arifin

Terlihat dari bungkusan yang ditemukan, benda tersebut terbungkus kain batik yang memiliki panjang 40 sampai 50 sentimeter dan mengeluarkan bau menyengat.

Bungkusan mirip jenazah berkafan itu juga mempunyai empat ikatan, masing-masing terikat di bagian ujung kain, sementara dua ikatan lainnya berada di bagian tengah.

"Bentuknya kayak bantal guling tapi ada ikatannya empat, pertama saya angkat itu tidak berbau tapi lama-lama itu bau baru ada lalat, saya telpon polisi," terang Sakka.

3. Polisi belum bisa memastikan

Ilustrasi penyelidikan. (Pixabay.com/geralt)
Ilustrasi penyelidikan. (Pixabay.com/geralt)

Tidak lama setelah penemuan itu, pihak kepolisian dari tim Resmob Polda Sulsel tiba dan mengamankan lokasi, lalu disusul tim dari Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.

Sekitar pukul 17.30 Wita, bungkusan kain batik tersebut lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Makassar untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga malam pukul 22.30 Wita, pihak kepolisian belum memberikan keterangan terkait temuan bungkusan kain batik itu.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More