Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPBD Makassar Siapkan Dua Skema Distribusi Air Hadapi Kekeringan
Ilustrasi air bersih (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • BPBD Makassar menyiapkan dua skema distribusi air bersih, yaitu penyaluran langsung lewat mobil tangki dan pengisian tandon di wilayah yang kesulitan air selama musim kemarau.
  • Bantuan difokuskan bagi warga yang bergantung pada air tanah karena paling rentan terdampak kekeringan, dengan potensi 50 ribu lebih jiwa di enam kecamatan teridentifikasi berisiko.
  • Sebanyak 57 tandon telah disiapkan BPBD untuk wilayah prioritas, dan jumlahnya akan ditambah jika status tanggap darurat kekeringan resmi ditetapkan oleh pemerintah kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyiapkan dua skema distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan selama musim kemarau. Bantuan akan disalurkan melalui mobil tangki secara langsung maupun pengisian tandon di permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan skema tersebut akan dijalankan apabila hasil kajian pemerintah menetapkan status penanganan kekeringan. Saat ini, Pemkot masih mengkaji soal penetapan status siaga bencana kekeringan.

1. Air bersih disalurkan lewat mobil tangki dan tandon

Ilustrasi distribusi air bersih. (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Fadli menjelaskan distribusi bantuan akan dibagi menjadi dua pola. Pertama, penyaluran langsung menggunakan mobil tangki kepada warga terdampak. Kedua, pengisian tandon yang ditempatkan di titik-titik yang mengalami kesulitan air bersih.

"Nanti akan keluar penyaluran air yang kita bakal bagi jadi dua, yaitu ada penyaluran langsung, ada juga dengan menyalurkan daripada ke tandon-tandon di warga," kata Fadli usai Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Selasa (14/7/2026).

Dia mengatakan pihaknya akan menempatkan tandon di lokasi yang berdasarkan hasil asesmen mengalami kekurangan air.  Wilayah yang diprioritaskan adalah kawasan yang belum terjangkau layanan air bersih.

2. Prioritaskan warga yang bergantung pada air tanah

Mobil operasional PDAM Makassar mengangkut air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan/Istimewa

Menurut Fadli, bantuan akan diprioritaskan kepada warga yang menggunakan air tanah sebagai sumber utama air bersih. Kelompok tersebut dinilai paling rentan terdampak saat musim kemarau karena debit air tanah mulai menurun.

"Kita utamakan dulu yang air tanah, karena kan di masyarakat itu perlu kita ketahui ada dua, yaitu yang menjadi pelanggan PDAM dan bukan pelanggan PDAM yang mengambil air dari air tanah," katanya. 

BPBD mencatat sekitar 50.343 jiwa di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan. Namun, angka tersebut masih berupa potensi karena pasokan air dari PDAM saat ini masih terus dioptimalkan.

BPBD mencatat titik kekeringan tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Ujung Tanah dengan 17 titik di lima kelurahan, Kecamatan Tallo 36 titik di empat kelurahan, Kecamatan Biringkanaya 58 titik di empat kelurahan, Kecamatan Tamalanrea 27 titik di enam kelurahan, Kecamatan Panakkukang enam titik, serta Kecamatan Manggala 29 titik di empat kelurahan.

3. BPBD telah menyalurkan tandon ke wilayah prioritas

Mobil operasional PDAM Makassar mengangkut air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun

Fadli mengatakan BPBD telah memulai intervensi awal dengan menurunkan dua tandon air ke wilayah yang membutuhkan. Saat ini BPBD memiliki sekitar 57 tandon setelah sebagian lainnya lebih dulu didistribusikan.

"Untuk saat ini tandon kami ada sekitar 57. Total kemarin adalah 100. Sekarang kita sudah sebar sedikit-sedikit minta skala prioritas," katanya.

Fadli mengatakan apabila status tanggap darurat kekeringan ditetapkan, maka BPBD akan mengusulkan penambahan tandon air. Dengan begitu, distribusi bantuan kepada masyarakat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article