Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tanda Hidden Anxiety di Tempat Kerja yang Gak Banyak Disadari

4 Tanda Hidden Anxiety di Tempat Kerja yang Gak Banyak Disadari
wanita menggunakan laptop (pexels.com/Canva Studio)
Intinya Sih
  • Perfeksionisme bisa jadi tanda hidden anxiety, membuat pekerjaan terasa berat dan membutuhkan waktu lebih lama dari seharusnya.
  • Merasa bersalah saat istirahat di kantor adalah tanda lainnya, menguras energi mental dan menurunkan performa jangka panjang.
  • Kekhawatiran berlebih terhadap pendapat orang lain, sulit menolak tugas tambahan, dapat menjadi tanda hidden anxiety yang merugikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah merasa cemas di tempat kerja, tapi susah banget menjelaskan kenapa? Rasanya semua baik-baik saja di luar, tapi di dalam kepala seperti ada perlombaan maraton. Jangan-jangan itu bukan sekadar stres biasa, tapi hidden anxiety yang sedang beraksi diam-diam.

Hidden anxiety itu seringnya seperti "ninja". Tampilannya halus, gak heboh, tapi efeknya bisa besar banget. Banyak yang gak sadar sedang mengalaminya, bahkan mungkin rekan kerja atau diri sendiri. Yuk, kita bongkar 4 tanda tersembunyi dari hidden anxiety di tempat kerja, supaya lebih peka dan bisa menangani situasi lebih baik.

1. Terlalu perfeksionis

ilustrasi pria sedang memegang jam (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare )
ilustrasi pria sedang memegang jam (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare )

Perfeksionisme sering kali terlihat seperti "kualitas positif," tapi diam-diam ini bisa jadi tanda hidden anxiety. Kalau terus-menerus merasa harus membuat semua hal sempurna sampai-sampai revisi kecil pun bikin stres, itu alarm pertama. Bahkan tugas yang sebenarnya sederhana jadi terasa berat karena takut salah atau takut tidak sesuai ekspektasi.

Lebih parahnya lagi, kebiasaan ini bisa bikin waktu kerja jadi jauh lebih panjang dari yang seharusnya. Orang-orang dengan hidden anxiety sering merasa "gak cukup baik" walaupun hasil pekerjaannya sudah sangat bagus. Ini bukan cuma melelahkan, tapi juga menguras energi mental.

2. Selalu merasa harus sibuk

Ilustrasi perempuan sedang bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi perempuan sedang bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Apakah merasa bersalah kalau punya waktu luang di kantor? Ini juga salah satu tanda hidden anxiety! Orang dengan kecemasan tersembunyi sering merasa perlu terus produktif agar dianggap "berguna" oleh atasan atau tim.

Padahal, kebiasaan ini justru bikin tubuh dan pikiran kelelahan. Waktu untuk istirahat atau sekadar jeda sejenak malah dianggap "buang waktu." Ini bisa jadi bumerang karena performa jangka panjang justru akan menurun akibat kurangnya pemulihan.

3. Overthinking tentang feedback

wanita sedang bersedih (pexels.com/ RDNE Stock project)
wanita sedang bersedih (pexels.com/ RDNE Stock project)

Pernah kepikiran terus soal komentar kecil dari atasan atau kolega? Bahkan kalau cuma sekadar, "Bagus, tapi coba lebih detail," itu bisa dipikirkan semalaman. Hidden anxiety sering muncul dalam bentuk terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain.

Efeknya, setiap feedback yang sebenarnya konstruktif malah dirasa seperti kritik besar. Akibatnya, rasa percaya diri perlahan terkikis dan malah mempersulit diri sendiri untuk berkembang. Padahal, banyak feedback itu sebenarnya untuk membantu, bukan menjatuhkan.

4. Sulit menolak tugas tambahan

ilustrasi wanita menutup telinga (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi wanita menutup telinga (pexels.com/Yan Krukau)

Selalu bilang "iya" meskipun tahu tugas tambahan itu akan menumpuk? Ini tanda lainnya. Orang dengan hidden anxiety sering takut menolak karena khawatir dianggap malas, gak kompeten, atau "tidak kooperatif."

Sayangnya, kebiasaan ini malah bikin stres bertambah. Akhirnya, kerjaan jadi menumpuk dan malah bikin cemas lebih parah. Penting banget belajar prioritas dan tahu kapan harus bilang "cukup" untuk menjaga kesehatan mental.

Hidden anxiety itu memang tricky. Kelihatannya kecil, tapi efeknya bisa besar kalau terus dibiarkan. Kalau mulai menyadari tanda-tandanya, coba luangkan waktu untuk refleksi dan cari cara mengelola kecemasan, seperti meditasi, olahraga, atau bahkan bicara dengan profesional. Ingat, tempat kerja adalah bagian dari hidup, bukan segalanya. Jaga keseimbangan, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More