Ilustrasi. Demonstrasi mahasiswa di Jalan Sultan Alauddin Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Sebelumnya, pada Kamis (3/11/2023), aktivis PMII Makassar menggelar aksi unjuk rasa dengan cara menutup satu ruas jalan dari arah AP Pettarani menuju ke arah Kabupaten Gowa sekitar pukul 16.00 Wita, tapi tidak berselang lama aksi itu dibubarkan polisi.
Sekitar pukul 16.30 Wita, anggota Jatanras dan Sabhara bersama tim Polsek Tamalate dipimpin Kabag Operasi Polrestabes, AKBP Darminto langsung membubarkan massa aksi. Tiga mahasiswa perempuan dan 8 laki-laki ditangkap dan dibawa ke Kantor Polrestabes Makassar.
Sementara itu, berdasarkan pernyataan sikap aktivis PMII, mereka menyuarakan tiga isu penting, yaitu tolak dinasti politik, turunkan harga BBM, dan hentikan perampasan lahan di Rempang.
Tapi yang ditekankan mahasiswa yaitu menolak praktik dinasti politik yang dibangun Jokowi lewat putranya Gibran Rakabuming Raka yang didorong maju dalam kontestasi Pilpres tahun 2024.
Menurut mahasiswa, dinasti politik Jokowi merupakan sebuah kemunduran demokrasi Indonesia. Karena pada dasarnya, dinasti politik bertujuan untuk memperoleh kuasa bagi satu keluarga dan diwariskan turun-temurun.