Comscore Tracker

Pemisahan Jemaah Masjid Menurut Vaksinasi Sulit Diterapkan

Pengurus masjid susah membedakan

Makassar,IDN Times - Wacana Pemerintah Kota Makassar untuk memisahkan jemaah salat tarawih di masjid menurut status vaksinasi sulit diterapkan. Setidaknya begitu yang terjadi di sejumlah masjid.

Di Masjid Darul Muttaqien yang berlokasi di Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, tidak ada pemisahan jemaah yang telah divaksinasi dengan yang belum. Pasalnya, pengurus masjid kesulitan membedakan mana orang yang telah divaksinasi dan mana yang belum karena lokasi masjid yang mudah diakses beragam orang.

"Karena orang banyak. Seandainya hanya dari lingkup kita di sini bisa. Tapi ini kan jemaahnya kita tidak tahu dari mana saja," kata Salinri selaku Ketua Yayasan Masjid Darul Muttaqien saat ditemui, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Jemaat Salat Tarawih di Makassar Dipisah menurut Vaksinasi

1. Protokol kesehatan tetap prioritas utama

Pemisahan Jemaah Masjid Menurut Vaksinasi Sulit DiterapkanMasjid Darul Muttaqien di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Meski tidak ada pemisahan jemaah, namun penerapan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama di Masjid Darul Muttaqien. Apalagi protokol kesehatan di masjid itu juga diakui oleh Babinsa setempat.

"Satu-satunya masjid di Minasa upa yang diakui oleh Babinsa sebagai satu-satunya masjid yang masih mempertahankan protokol kesehatan dengan pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan," katanya.

Sebelum pandemik, kata Salinri, masjid bisa menampung 500 orang. Tapi karena harus menjaga jarak maka kapasitas masjid hanya menampung setengahnya, apalagi dengan adanya aturan mengurangi kapasitas masjid 50 persen.

Buka puasa bersama juga tetap ada tapi tetap wajib menjaga jarak. Jika dulu orang yang datang kerap berdempet-dempet, maka sekarang jaraknya diatur semeter. 

Salinri pun menyatakan tak pernah berhenti mengingatkan kepada jemaah untuk selalu mengutamakan protokol kesehatan.

"Setiap naik di mimbar saya langsung mengumumkan itu, yang diutamakan protokol kesehatan," katanya.

2. Pengurus masjid belum terima informasi resmi dari pemerintah

Pemisahan Jemaah Masjid Menurut Vaksinasi Sulit DiterapkanANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Di Masjid HM Asyik, Jalan Pettarani, Kecamatan Rappocini, juga sama. Tidak ada pemisahan jemaah yang telah divaksin dengan yang belum. Alasannya, pengurus belum menerima informasi resmi dari pemerintah.

"Kalau hal yang begitu sampai saat ini belum sampai informasinya ke kita karena memang itu baru wacana dan belum diterapkan ke semua masjid-masjid yang ada di Kota Makassar," kata Harisal Habil selaku Sekretaris Pengurus Masjid HM Asyik.

Jika pun nantinya diterapkan, menurut Harisal hal itu akan sulit karena tidak semua masjid bisa menerapkan protokol kesehatan. Tidak semua masjid berukuran besar sehingga memungkinkan untuk membuat jarak jemaah.

"Itu kita pasti kewalahan karena yang ada di dalam masjid itu kita harapkan betul-betul sepanjang dia menjaga protokol kesehatan kita tidak mungkin melarang," katanya.

3. Masjid sudah ikuti instruksi wali kota

Pemisahan Jemaah Masjid Menurut Vaksinasi Sulit DiterapkanMasjid HM Asyik di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Menurut Harisal, inti sebenarnya hanyalah pada penerapan protokol kesehatan. Di masjid itu, kata dia, protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik, seperti menjaga jarak, mencuci tangan sebelum masuk dan wajib memakai masker.

"Alhamdulillah sesuai dengan surat edaran Bapak walikota Makassar yang menginginkan bahwa pelaksanaan ibadah Ramadan di seluruh masjid di Kota Makassar harus memperhatikan protokol kesehatan," kata Harisal.

Dia mengatakan ada satgas khusus yang dibentuk untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di masjid tersebut. Salah satu tugasnya mengingatkan jemaah untuk tetap memakai masker selama berada di dalam masjid.

"Intinya kita sudah memenuhi persyaratan yang diedarkan oleh Bapak Wali Kota Makassar untuk setiap masjid mematuhi protokol kesehatan," katanya.

4. Pemisahan jemaah yang telah divaksinasi belum berjalan

Pemisahan Jemaah Masjid Menurut Vaksinasi Sulit DiterapkanANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto juga mengakui soal kesulitan itu. Sebelumnya dia menyebut bahwa jemaah yang sudah divaksinasi dan yang belum bisa dilihat dari data yang tersimpan di aplikasi Makassar Recover.

"Kesulitannya karena memang aplikasinya memang sulit maka saya bilang bentuk imbauannya saja yang penting protokol kesehatannya ketat dulu di situ," kata Danny saat dihubungi via telepon.

Meski begitu, dia akan tetap mempraktikkan hal ini karena meerupakan bagian dari Makassar Recover yang jadi program andalannya untuk penanggulangan pandemik COVID-19. Tapi tim baru akan diturunkan pekan depan.

"Ini kan QR Code-nya belum berfungsi. Kalau QR Code belum berfungsi, bagaimana bacanya yang penyintas dan yang bukan," kata Danny.

Namun untuk saat ini, kata dia, hal terpenting yaitu tetap mengutamakan protokol kesehatan secara ketat di masjid-masjid. Karena banyak juga masjid yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

"Tapi insyaallah kita akan jalankan itu sekaligus bagian dari adaptasi sosial kita," katanya.

Baca Juga: Masjid 99 Kubah Makassar Belum Bisa Digunakan di Ramadan Tahun Ini

Topic:

  • Ashrawi Muin
  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya