Curah Hujan Meningkat, BPBD Makassar Aktifkan Status Siaga 24 Jam

- BPBD Makassar aktifkan status siaga bencana
- 30 personel turun ke Kecamatan Manggala untuk pemantauan dan antisipasi banjir
- Personel fokus pemantauan titik rawan, kesiapan evakuasi, dan imbau warga laporkan potensi bahaya
Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengaktifkan status siaga bencana pada Sabtu (10/1/2026). Hal ini menyusul meningkatnya curah hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kota Makassar.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan penuh langsung diberlakukan sejak status siaga ditetapkan. Personel disiagakan selama 24 jam, sementara peralatan dan logistik dipastikan siap digunakan.
"Sejak status siaga penetapan, BPBD langsung mengaktifkan kesiapsiagaan penuh. Personil disiagakan 24 jam. Peralatan dan logistik kami pastikan siap pakai. Kami pastikan juga untuk pemantauan personil di lapangan telah disiapkan," kata Fadli Tahar.
1. BPBD turunkan 30 personel di Kecamatan Manggala

BPBD Kota Makassar juga telah menurunkan sebanyak 30 personel ke Kecamatan Manggala yang selama ini menjadi salah satu wilayah rawan genangan dan banjir. Personel difokuskan pada pemantauan kondisi lapangan, antisipasi banjir, serta respon cepat jika terjadi keadaan darurat.
"Kecamatan Manggala memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap genangan dan banjir saat curah hujan meningkat seperti sekarang ini. Karena itu, kami memilih untuk hadir lebih awal di lapangan agar potensi risiko dapat diminimalkan," katanya.
2. Personel fokus pemantauan titik rawan dan kesiapan evakuasi

Fadli menjelaskan bahwa personel di lapangan bertugas memantau titik-titik rawan serta mengecek kondisi drainase dan aliran air. Selain itu, personel menyiapkan langkah evakuasi dan berkoordinasi dengan aparat wilayah serta masyarakat setempat.
Selain itu, BPBD Kota Makassar memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI-Polri, serta relawan kebencanaan. Koordinasi tersebut difokuskan pada penanganan potensi kejadian agar dapat direspons secara cepat dan terintegrasi.
"Koordinasi ini penting agar setiap potensi kejadian dapat ditangani secara terintegrasi dan secara cepat, karena kami tahu status siaga ini menandakan bahwa pemerintah hadir lebih awal," kata Fadli.
3. BPBD imbau warga segera laporkan potensi bahaya

BPBD Kota Makassar juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera menyampaikan laporan apabila menemukan potensi bahaya melalui kanal resmi BPBD. Fadli menegaskan bahwa respons cepat menjadi faktor penentu dalam penanganan bencana.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Masyarakat tidak butuh jawaban, mereka butuh respon cepat," katanya.


















