Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir di Katimbang Biringkanaya

1001469454.jpg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau lokasi banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (10/1/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (10/1/2025). Peninjauan tersebut untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melihat situasi aliran Sungai Biring Je’ne yang meluap akibat intensitas hujan tinggi.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Fadli Tahar. Rombongan meninjau sejumlah titik terdampak, termasuk kawasan Kodam III yang berada di sepanjang bantaran sungai.

1. Sungai Biring Je’ne dinilai rawan saat hujan intensitas tinggi

1001469453.jpg
Wali Kota MakassRumah warga terendam banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sabtu (10/1/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Munafri menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan warga. Sungai Biring Je’ne disebut sebagai sungai strategis karena menjadi batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

"Sungai ini bukan hanya aliran air, tetapi jalur risiko yang harus kita kelola bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan warga aman dan langkah penanganan berjalan cepat," kata Munafri saat berada di lokasi.

2. BPBD pasang EWS di Sungai Biring Je’ne

1001372947.jpg
Lokasi pemasangan EWS di Sungai Biring Je’ne, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (3/9/2025). (Dok. BPBD Makassar)

BPBD Kota Makassar telah memasang Early Warning System (EWS) di Sungai Biring Je’ne sebagai sistem peringatan dini banjir. Alat tersebut berfungsi memantau kenaikan debit air secara real time dan memberikan peringatan awal kepada petugas serta masyarakat sekitar.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyebut pemasangan EWS sebagai bagian dari upaya untuk memantau kondisi sungai di wilayah rawan banjir. Sistem ini akan memberikan peringatan dini kepada petugas dan warga saat terjadi kenaikan debit air.

"Banjir tidak bisa kita hindari sepenuhnya, tapi risikonya bisa kita kurangi. EWS ini adalah alat penting untuk membaca kondisi sungai lebih cepat, sehingga petugas dan warga punya waktu untuk bersiap," kata Fadli.

3. Tim BPBD disiagakan penuh di lokasi rawan banjir

1001468752.jpg
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar. (Dok. BPBD Makassar)

Fadli menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar disiagakan penuh untuk memantau kondisi, menilai dampak, serta membantu warga jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Tim ini terus berada di lapangan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi banjir.

"Kami bekerja 24 jam. Masyarakat tidak butuh janji, mereka butuh respon cepat. Dan itu yang terus kami lakukan di lapangan," katanya.

BPBD Kota Makassar pun mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Biring Je’ne agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi BPBD.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Peringatan Dini BMKG, Sejumlah Wilayah Sulsel Masuk Kategori Waspada

11 Jan 2026, 05:31 WIBNews