Tiga Warga Makassar Terluka Akibat Main Petasan saat Tahun Baru

- Tiga warga Makassar terluka akibat petasan saat tahun baru
- Ketiga korban laki-laki dirawat di dua rumah sakit, dua di antaranya langsung pulang setelah perawatan medis
- Wali Kota Makassar sudah melarang penggunaan kembang petasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban
Makassar, IDN Times - Tiga warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian tangannya bahkan ada yang nyaris putus akibat terkena petasan saat merayakan malam pergantian tahun baru, Kamis (1/1/2026).
1. Dirawat di dua rumah sakit.

Belum diketakui identitas ketiga korban, namun berdasarkan informasi yang diperoleh IDN Times, ketiga korban merupakan laki-laki dan di awat di dua rumah sakit. Satu korban di rawat di Rumah Sakit Primaya dan dua korban lainnya di rawat di Rumah Sakit Ibnu Sina.
"Kalau korban petasan di Maccini Gusung, kayaknya dirawat di RS primaya. Korban ke dua dan tiga tangannya dijahit di UGD Ibnu Sina," ucap seorang pria berinisial MA kepada IDN Times, Kamis.
2. Dua korban langsung pulang usai mendapatkan perawatan medis

MA mengatakan, untuk kedua korban yang ditangai di rumah sakit Ibnu Sina langsung pulang usai mendapatkan penanganan medis.
"Sudah dijahit lukanya langsung pulang semua," tandasnya.
3. Wali Kota Makassar sudah larang penggunaan kembang api dan petasan

Insiden ini seharusnya tak terjadi jika para korban mengikuti imbauan Wali Kota Makassar. Munafri Arifuddin yang melarang penggunaan kembang petasan dan konvoi kendaraan saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.
Kebijakan ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menumbuhkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah, khususnya Sumatra dan Aceh.
“Jadi, kami menghimbau bersama-sama dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolrestabes Makassar, dan juga akan berkoordinasi dengan Pak Dandim Kota Makassar, bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memastikan tidak ada petasan di malam tahun baru,” kata Munafri di Media Center Balai Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).


















