Tiga Malam di Hutan, Jenazah Korban ATR 42-500 Dievakuasi dengan Helikopter

Makassar, IDN Times - Tim SAR gabungan, Rabu pagi (21/1/2026), akhirnya berhasil mengevakuasi via udara satu jenazah lain korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazah diangkut dengan helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas.
"Alhamdulillah cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, dalam keterangannya, Rabu.
Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu sudah ditemukan sejak Minggu (18/1/2026), namun upaya evakuasi tertunda karena terkendala cuaca buruk dan medan terjal. Posisi jenazah saat ditemukan berada di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Tim SAR yang membawa jenazah selama tiga malam di hutan, sempat mengupayakan evakuasi menuju puncak. Namun upaya itu urung. Tim SAR memilih menempuh jalur lain dengan jarak lebih jauh, menuju kampung Lampeso, di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Sultan mengatakan, helikopter yang dikemudikan Kapten Andro dan Virnanda berangkat ke Lampeso pada Rabu pagi pukul 7.47 Wita. Di lokasi, jenazah langsung dievakuasi menggunakan hoist, alat vertikal untuk mengangkat beban secara vertial menggunakan rantai atau tali.
"Korban dinaikkan ke helikopter dan langsung menuju Lanud Hasanuddin. Pada pukul 8.15 Wita landing, dan jenazah langsung diserahkan ke tim DVI," kata Sultan.
Jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Sejauh ini belum dipastikan identtias jenazah tersebut.
Sebelumnya pada Selasa malam (20/1/1026), satu jenazah lebih dulu tiba di RS Bhayangkara Makassar. Jenazah itu berjenis kelamin perempuan.
Pesawat nomor penerbangan PK-THT milik Indonesia Air Transport ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, usai dilaporkan hilang kontak dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Sejauh ini baru dua korban ditemukan.


















