Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sulsel Masuk Gelombang Ketiga COVID-19, Puncaknya Diprediksi Maret
Ilustrasi tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Makassar, IDN Times - Kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan belakangan. Kasus harian bahkan sempat naik 500 persen hanya dalam waktu tiga hari. 

Menanggapi tren peningkatan ini, Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin, mengatakan kenaikan kasus tak hanya terjadi di Sulsel melainkan di beberapa daerah di Indonesia. Isu gelombang ketiga pandemik COVID-19 pun tak terelakkan.

"Indikasi ini sekarang juga menunjukkan bahwa Sulsel juga masuk ke awal gelombang ketiga dan proyeksinya sekitar Maret awal sampai pertengahan mencapai puncak kasus meninggi baik varian omicron maupun yang lainnya," kata Ridwan, Selasa (8/2/2022).

1. Positivity rate perlahan meningkat

ilustrasi virus corona (IDN Times/Aditya Pratama)

Ridwan mengatakan angka positivity rate atau perbandingan antara jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah tes juga meningkat. Angkanya kini telah mencapai 6,8 persen padahal beberapa bulan belakangan sempat menurun.

"Itu kan sebelumnya pernah 5 bulan di bawah 5 persen. Bahkan sempat 0 koma sekian persen," kata Ridwan.

Kasus COVID-19 mulai melandai di Agustus 2021. Namun di awal tahun 2022, jumlah kasus secara perlahan mulai meningkat.

2. Satgas optimistis bisa menekan puncak gelombang ketiga

ilustrasi tenaga medis rumah sakit (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Sementara itu, Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulsel, Arman Bausat, juga membenarkan bahwa Sulsel telah masuk gelombang ketiga COVID-19 menyusul peningkatan kasus harian.

"Iya sudah masuk ke gelombang ketiga. Dengan kasus harian 100 itu artinya sudah masuk gelombang ketiga tapi belum puncaknya," kata Arman.

Arman enggan memprediksi kapan puncak gelombang ketiga itu. Namun yang pasti pihaknya akan tetap memberikan upaya maksimal untuk penanganan COVID-19.

"Kalau prediksi Kemenkes itu puncaknya bisa lebih banyak dibanding Delta. Tapi kan tergantung lagi pada upaya-upaya kita dan kesiapsiagaan kita dalam mengantisipasi varian ini. Kalau kesiapsiagaan kita bagus otomatis puncak juga agak ditekan," katanya.

3. Upaya-upaya menekan penyebaran COVID-19 di Sulsel

Ilustrasi tenaga kesehatan (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan bupati dan wali kota se-Sulsel. Surat tersebut berisi 5 poin.

Poin pertama, mengintruksikan kepala daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mengantisipasi peningkatan kasus konfirmasi positif COVID-19 dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan yang layak. 

"Di antaranya ketersediaan tenaga kesehatan, tempat tidur rumah sakit, obat-obatan dan penunjang lainnya seperti fasilitas isolasi terintegrasi bagi kasus konfirmasi positif tidak bergejala atau gejala ringan," demikian yang tercantum dalam surat tersebut.

Poin kedua, kepala daerah membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan secara daring (online). Poin ketiga, memaksimalkan penerapan pemberlakuan PPKM sesuai level yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru.

Poin keempat, meningkatkan capaian vaksinasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyebaran COVID-19 dan mengurangi potensi terjadinya kematian akibat COVID-19. Poin kelima, melakukan pengetatan protokol kesehatan serta memaksimalkan tracing dan testing.

Editorial Team

Related Article