Kasus COVID-19 di Sulsel Naik, Satgas: Mungkin Varian Omicron

Makassar, IDN Times - Sejak akhir Januari 2022, kasus infeksi COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami tren kenaikan. Pada Kamis, 3 Februari 2022, Sulsel mencatatkan penambahan 106 kasus harian.
Hari ini, Jumat (4/2/2022), kasus harian baru melebihi angka kemarin. Sulsel mencatatkan 118 kasus baru sekaligus menjadi angka tertinggi sejak 2022.
Terkait tren peningkatan kasus ini, Koordinator Posko Satgas Penanganan COVID-19 Sulsel, Arman Bausat, menjelaskan mengenai dugaan tren peningkatan kasus infeksi akibat varian Omicron.
"Mungkin varian Omicron sudah mulai muncul. Kan kita tahu Omicron perkembangannya lumayan cepat," kata Arman saat diwawancarai IDN Times melalui telepon, Jumat (4/2/2022).
1. Kasus Omicron sempat dilaporkan di Takalar

Pada 22 Januari 2022 lalu, kasus pertama COVID-19 varian Omicron dilaporkan di Kabupaten Takalar. Setelah itu, tak ada lagi laporan terkait varian Omicron meskipun tracing telah dilakukan.
"Besar kemungkinan varian Omicron sudah masuk karena kalau kita lihat laju penularan semakin tinggi. Kan sudah pernah terdeteksi satu di Takalar dikirim ke Litbangkes," kata Arman.
Mendeteksi varian Omicron memang cukup sulit lantaran Sulsel belum punya alat deteksi khusus varian tersebut. Sampel yang dicurigai Omicron dikirim ke Litbangkes di Jakarta.
"Yang jelas sudah masuk di Sulsel, kita berkesimpulan sudah ada Omicron di Sulsel," kata Arman.
2. Penanganan varian Omicron sama dengan varian lain

Satgas Sulsel juga tak ingin mengambil kesimpulan bahwa peningkatan kasus ini murni karena Omicron. Sebab, kata Arman, faktanya kasus harian memang naik ditambah kasus Omicron pernah dilaporkan terjadi.
"Satu minggu terakhir kan naik terus. Beberapa bulan sebelumnya selalu di bawah 10, paling 5. Sekarang ini di atas 10, 35, 22, 50, 100. Diterimalah. Sekarang itu tidak ada lagi yang bisa menghalangi penularan penyakit," katanya.
Meski ada kemungkinan besar tren peningkatan dipicu varian Omicron, namun Satgas tampaknya tak begitu ambil pusing. Sebab pemerintah tetap akan menanganinya terlepas apapun variannya.
"Karena apapun hasilnya, Delta atau Omicron, penanganannya semua sama. Kalau dia positif tapi tidak bergejala, isolasi mandiri. Kalau dia bergejala masuk rumah sakit," kata Arman.
3. Tidak ada kebijakan khusus untuk cegah Omicron

Arman kembali menegaskan bahwa tidak ada kebijakan khusus untuk mencegah varian Omicron di Sulsel. Baik pencegahan maupun penanganan masih sama seperti varian sebelumnya.
"Kalau kita mau tahu Omicron atau bukan, saya kira tidak terlalu emergency," katanya.
Namun hal yang perlu diantisipasi, kata Arman, adalah kesiapsiagaan masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat tetap perlu memperketat protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi.
"Kesiapsiagaan pemerintah, siapkan sarana dan prasarana, nakes, tempat tidur, obat, asrama. Kalau tiba-tiba bertambah layani saja. Kalau cuma OTG, bisa ke asrama isolasi terintegrasi," katanya.





















