Satu Lagi Korban ATR 42-500 Tiba di Posko DVI, Diduga Pramugari

- Satu lagi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar.
- Jenazah diduga pramugari Esther Aprilita S. langsung diserahkan kepada tim dokter forensik untuk proses identifikasi.
- Proses identifikasi meliputi pemeriksaan post mortem dan pengambilan sampel DNA untuk dicocokkan dengan data keluarga inti korban.
Makassar, IDN Times - Satu lagi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, telah tiba di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Kumala, Kota Makassar, Kamis (22/1/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah yang tiba berjenis kelamin perempuan yang diduga pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S.
Pantauan IDN Times di lokasi, jenazah tiba pukul 23.40 Wita menggunakan ambulans Kodim 1408/Mks. Jenazah dibungkus plastik putih bertuliskan post mortem PM.62.B.04.
Setibanya di posko, jenazah langsung diserahkan kepada tim dokter forensik DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi.
Tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan post mortem, termasuk pengambilan sampel DNA yang akan dicocokkan dengan data keluarga inti korban.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan jenazah tersebut ditemukan di bagian ekor pesawat.
"Jenazah yang keempat saya serahkan kepada Kabid Dokkes. Soal siapa identitasnya, itu kewenangannya Bidokkes," kata Yudhi kepada wartawan, usai penyerahan jenazah.
Ia menjelaskan, hingga saat ini total sudah empat jenazah yang diserahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi. "Dari empat itu, dua jenazah sebelumnya sudah dalam kondisi utuh dan telah diserahkan ke pihak keluarga. Satu sebelumnya berupa body part, dan yang ini (terbaru) mudah-mudahan utuh," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Biddokes Polda Sulsel Komisaris Besar dr Muhammad Haris, mengatakan tim DVI saat ini masih melakukan proses identifikasi setelah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas.
"Hari ini kami akan bekerja maksimal untuk menentukan identitas korbannya (yang) sudah kami terima," ucap Haris.saat konferensi pers Kantor Bidokkes Polda Sulsel, Kamis (22/1/2026).

















